<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Informasi Komputer oleh Jaswadi_Marabahan</title>
	<atom:link href="http://jaswadi11.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jaswadi11.wordpress.com</link>
	<description>Blog Ini Berisi tentang tutorial dan informasi seputar Teknologi Komputer (Hardware dan Software)</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Aug 2008 05:36:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='jaswadi11.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/40f0e0481c7311f7ea321814ce4cdc46?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Informasi Komputer oleh Jaswadi_Marabahan</title>
		<link>http://jaswadi11.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Merakit PC Desktop</title>
		<link>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/08/06/merakit-pc-desktop/</link>
		<comments>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/08/06/merakit-pc-desktop/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 05:36:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jaswadi Marabahan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hardware]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaswadi11.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar
Membongkar PC, tidak lain adalah menguraikan PC yang ada menjadi tinggal komponen-komponennya saja. Semua komponen yang ada terutama yang memang ditambahkan harus kita copot. Hal ini biasa dilakukan untuk proses troubleshooting bila PC Anda mengalami suatu permasalahan (misalnya tidak menyala). 
 
Secara umum yang termasuk dalam komponen PC antara lain : Motherboard, Card Monitor (VGA [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaswadi11.wordpress.com&blog=3580317&post=33&subd=jaswadi11&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoHeading7"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Pengantar</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Membongkar PC, tidak lain adalah menguraikan PC yang ada menjadi tinggal komponen-komponennya saja. Semua komponen yang ada terutama yang memang ditambahkan harus kita copot. Hal ini biasa dilakukan untuk proses troubleshooting bila PC Anda mengalami suatu permasalahan (misalnya tidak menyala). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:6pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Secara umum yang termasuk dalam komponen PC antara lain : Motherboard, Card Monitor (VGA Card), Sound Card, Prosesor, FDD, HDD, CD-ROM Drive, Port tambahan, dan kabel-kabel penghubung.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p><span id="more-33"></span></p>
<h3><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;">Meng-Upgrade PC</span></span></h3>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Apakah anda merasa kemampuan PC anda sudah sangat baik dalam melayani keperluan anda? Apakah anda pernah terpikir bahwa sudah saatnya PC anda untuk di-upgrade?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Meng-upgrade adalah melakukan pergantian pada komponen-komponen dari PC dengan spesifikasi yang lebih tinggi. Komponen Motherboard yang umumnya di upgrade diantaranya : Motherboard, Processor, RAM, VGA Card, CD-ROM,<span> </span>Sound Card, Harddisk dan lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Upgrade PC merupakan suatu hal yang sangat menggiurkan bagi pemilik PC yang sudah cukup berumur. Mengupgrade PC akan memakan biaya yang lebih murah dibandingkan bila kita membeli PC yang baru, dengan mengupgrade PC setidaknya kinerja PC anda akan menjadi lebih baik dan akan memberi kepuasan tersendiri bagi penggunanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;font-weight:normal;"><span>v<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="text-decoration:underline;"><span>Pertimbangan Melakukan Upgrade</span></span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span><span> </span></span><em><span style="font-weight:normal;">1.<span style="text-decoration:underline;"> Motherboard</span></span></em></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-weight:normal;">Pengecekan Motherboard sangatlah penting karena komponen upgrade tersebut akan dipasangkan pada motherboard, dengan mengetahui kemampuan dari motherboard maka anda dapat leluasa menentukan komponen apa yang dapat diupgrade dan komponen penggantinya tentu yang sesuai dengan motherboard. Berikut ini langkah pengecekan :</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;font-weight:normal;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">Lakukan cek apakah motherboard “support” atau tidak terhadap komponen yang akan anda tambahkan, meliputi :</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;font-weight:normal;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">upgrade RAM, lihat slot yang kosong.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;font-weight:normal;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">upgrade VGA Card, lihat slot yang digunakan oleh VGA yang dulu.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;font-weight:normal;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">Baca manual Motherboard, kenali jenis dari slot (PCI, AGP, ISA) yang ada, khusus untuk AGP kenali apakah AGP anda itu AGP 1x, AGP 2x,atau AGP 4x.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;font-weight:normal;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">Untuk Upgrade processor, ketahui apakah motherboard anda mendukung terhadap prosesor yang anda inginkan, jika tidak maka ganti motherboard anda, namun perlu diperhatikan agar motherboard anda yang baru ini mendukung kecepatan bus dari prosesor yang anda inginkan (kalau bisa mendukung kecepatan bus terbaru). Jika ternyata motherboard anda sudah mendukung prosesor yang anda inginkan, maka prosesor yang baru itu hendaknya mendukung kecepatan bus yang sama dengan motherboard.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;line-height:normal;"><em><span style="font-weight:normal;">2<span> </span><span style="text-decoration:underline;">Case</span></span></em></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-weight:normal;">Pengecekan Case ini perlu untuk melihat ruang kosong jika kita ingin menambah drive dan jika kita mengganti motherboard, periksa apakah case kita cocok dengan motherboard baru yaitu bagian sumber power, AT atau ATX, jika ternyata motherboard mendukung semuanya tidak apa, namun jika motherboard terbaru umumnya mendukung ATX, jika case kita AT maka terpaksa harus diganti.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-weight:normal;"><span> </span></span><span style="font-size:6pt;font-weight:normal;"></span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="line-height:normal;"><em><span style="font-weight:normal;">3<span> </span><span style="text-decoration:underline;">RAM</span></span></em></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2"><span style="font-size:11pt;">Upgrade memory sangat baik, karena akan meningkatkan kecepatan akses dan kerja komputer dan hal itu akan sangat tampak apabila kita menjalankan beberapa aplikasi dalam satu waktu, mis: kita menjalankan windows, kita juga menjalankan aplikasi lain seperti MsOffice, AutoCad, Adobe dan banyak lagi keuntungannya setidaknya anda aman untuk aplikasi software sekaligus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Langkah yang dapat diambil agar mendapat hasil yang maksimal :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Kenali memory anda</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">, apa slot jenis<span> </span>yang digunakan oleh memory anda SIMM atau DIMM? <span style="text-decoration:underline;">Jika menggunakan slot SIMM (72 pin)</span> berarti anda harus menambah tipe yang sama, sebanyak min <em>satu bank SIMM</em> untuk mengupgradenya, untuk tipe SIMM umumnya digunakan EDORAM, satu bank SIMM = 2 keping SIMM. <span style="text-decoration:underline;">Jika menggunakan slot DIMM (168pin)</span> berati anda harus menambah min <em>satu bank DIMM</em> untuk mengupgradenya, satu bank DIMM = 1 keping DIMM.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Clock RAM, </span></em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">RAM yang ditambahkan hendaknya memiliki clock yang sama dengan RAM yang sudah ada. Jika ternyata clock RAM yang baru itu lebih cepat/lambat, maka keseluruhan RAM akan bekerja dengan kecepatan clock yang paling rendah diantara keping-keping RAM tersebut. Clock RAM hendaknya juga sama dengan clock dari Motherboard agar didapatkan kerja yang maksimal.</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-left:18pt;"><em><span style="font-size:11pt;">Tips : Upgrade RAM cocok untuk meningkatkan semua kinerja komputer, baik itu aplikasi bisnis, seni maupun game.</span></em></p>
<h2><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">4<span> </span><span style="text-decoration:underline;">Processor</span></span></h2>
<p class="MsoBodyTextIndent2"><span style="font-size:11pt;">Upgrade processor dapat dilakukan melalui 2 hal :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Membeli kit Upgrade processor</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">, yang dimaksud dengan kit ini, merupakan suatu bentuk paket upgrade dengan menggunakan teknologi overdrive. Tiga vendor – Evergreen Technologies, Kingston Technology dan Power Leap – menawarkan Upgrade CPU dengan aneka prosesor termasuk AMD K6-2 dan K6-III dan Intel Celeron. Namun upgrade processor dengan cara ini kurang disenangi karena ada saja masalah yang timbul seperti kesulitan saat ‘shutdown’, tidak cocok dengan BIOS yang ada sehingga harus mencari atau melakukan update BIOS. Contoh : AcceleraPCI dari Evergreen untuk Celeron.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:6pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Processor baru, </span></em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">merupakan cara upgrade yang paling sering dilakukan namun ada hal-hal yang perlu diperhatikan diantaranya :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Motherboard anda harus mendukung kecepatan bus dari prosesor</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Clock speed dari prosesor makin cepat makin baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Dukungan cache memory dari processor(L1 cache dan atau L2 cache)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:normal;"><em><span lang="IN">5<span> </span><span style="text-decoration:underline;">Harddisk</span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:18pt;line-height:normal;"><span lang="IN">Prosesor yang bagus serta RAM yang cukup memadai memang akan mendorong kecepatan kerja dari sebuah PC, namun agar bisa bekerja dengan baik tentu dibutuhkan media penyimpan dengan kapasitas yang cukup besar. </span><span>Kebutuhan<span> </span>ruang disk yang besar ini disebabkan perkembangan software yang kian lama kian membutuhkan ruang yang banyak. Munculnya pemikiran untuk mengganti harddisk yang dimiliki dengan harddisk lain yang memiliki kapasitas yang lebih besar merupakan salah satu cara untuk mempersiapkan media penyimpan yang lebih besar. Sekarang harddisk yang tersedia di pasaran umumnya berukuran 4,3 GB (minimal) dalam mengupgrade harddisk tentunya kita menginginkan harddisk dengan kapasitas besar yang kita perkirakan aman untuk 2-3 tahun kedepan, bukan hanya itu saja kita juga ingin harddisk dengan teknologi terbaru untuk harddisk IDE/EIDE dengan teknologi Ultra DMA/66 atau Ultra ATA/66 yang secara teoritis dapat mentransfer data 66 megabits per detik, namun hal ini harus dilihat apakah motherboardnya mendukung atau tidak. Untuk anda yang memiliki komputer lama, anda pertama-tama harus mencek BIOS anda apakah dapat menangani harddisk dengan kapasitas besar khususnya harddisk yang berukuran diatas 8.4 GB, jika sekiranya tidak mendukung anda dapat terlebih dahulu melakukan Update BIOS dengan men-<em>download</em> dari vendor mother board anda atau dari vendor BIOS itu sendiri. Jika untuk individu baiknya digunakan harddisk EIDE saja, namun jika untuk Server gunakan jenis SCSI.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:18pt;line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:normal;"><em><span>6<span> </span><span style="text-decoration:underline;"><span> </span>ZIP DRIVE</span></span></em><em><span style="text-decoration:underline;"><span> + Media Penyimpan Lainnya<span> </span></span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:18pt;line-height:normal;"><span>Jika data yang disimpan itu sering berpindah-pindah dan kapasitasnya besar anda dapat menggunakan <em>ZIP Drive</em> yang memiliki catridge penyimpan yang cukup besar sekitar 100MB atau dengan menggunakan drive Jazz SCSI dengan kapasitas 2 GB dan <em>drive ORB</em> dengan kapasitas 2,2 BG. Suatu tawaran menarik dapat pula anda ambil dengan menggunakan CD-Recordable yang memiliki kapasitas tiap Cdnya sekitar 650MB, hal yang demikian ini sedang populer dikalangan kita khususnya untuk menyimpan file mp3 karena sering dipertukarkan dan sebagai pengganti CD music. Namun agar anda dapat melakukannya anda harus memiliki <em>drive CD-RW</em> nya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:normal;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:normal;"><em><span>7<span> </span><span style="text-decoration:underline;">Display</span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:18pt;line-height:normal;"><span>Upgrade display mungkin adalah bentuk upgrade yang sering dilakukan orang jika kita hanya melihat komponen tertentu dari display. Namun upgrade display ini terkadang dianggap bukanlah suatu hal yang penting terutama bagi orang yang tidak begitu menyenangi game komputer. Upgrade display itu sendiri meliputi upgrade monitor saja, kartu grafis saja atau kedua-duanya. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:6pt;"> </span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:normal;"><em><span>8<span> </span><span style="text-decoration:underline;">Monitor</span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:18pt;line-height:normal;"><span>Monitor yang kita pilih haruslah monitor yang memiliki dukungan resolusi yang tinggi sehingga tampilan yang dihasilkan akan lebih tajam dan lebih hidup dan memilki dukungan terhadap tampilan warna yang tinggi, bagi para pemilik monitor yang lama dapat menggantinya (jikalau mau) dengan monitor flatscreen yang sudah banyak dipasaran dan tentunya dengan layar yang lebih besar setidaknya 15”. Namun bagi anda yang penggemar game layar yang lebih besar akan lebih memberikan kepuasan semua itu kembali ke “kantong” masing-masing. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:18pt;line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:normal;"><em><span>9<span> </span><span style="text-decoration:underline;">VGA Card</span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:18pt;line-height:normal;"><span>Namun peningkatan display tidak hanya dari kualitas monitor saja, upgrade kartu grafis juga akan memberikan pengaruh yang tidak sedikit. Jika anda hanya menggunakan komputer anda sebatas dokumen pengolahan kata, operasi pada spreadsheet atau untuk “surving” kartu grafis anda sekarang sudah cukup.<span> </span>Namun jika anda banyak bekerja dengan aplikasi 3D berat atau anda pecandu game maka upgrade kartu grafis dapat menjadi sebuah pilihan yang cukup menggiurkan, terlebih lagi jika motherboard anda memiliki slot AGP, pilihan untuk Upgrade VGA card cukup banyak. Namun dari sekian banyak opsi yang tersedia untuk upgrade VGA yang perlu anda perhatikan dari sebuah kartu grafis adalah kecepatan RAMDACnya – sebuah chip yang mengkonversikan grafik PC kedalam sinyal analog merah, hijau, biru. Yang digunakan oleh monitor. Semakin cepat RAMDAC dari dari sebuah kartu grafis semakin halus gambar yang dihasilkan (semakin bagus kualitasnya). Vga yang menggunakan Chipset RivaTNT2, Voodoo 3, Matrox G400, Savage4 dapat menjadi pilihan terutama bagi anda yang GAME MANIA, serta usahakan memiliki memory VGA min 16 MB </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><em><span style="font-size:6pt;"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><em><span>Tips : </span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><em><span><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em><!--[endif]--><em><span>Pilihlah Kartu grafis dengan kecepatan RAMDAC minimal 250 MHz.</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><em><span><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em><!--[endif]--><em><span>Downloadlah driver terbaru dari situs Web pembuatnya</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:normal;"><em><span>10<span> </span><span style="text-decoration:underline;">Port</span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:18pt;line-height:normal;"><span>Anda mengalami kebingungan ketika ingin menambah komponen komputer anda karena port yang tersedia terlalu sedikit, seperti kamera desktop, scanner, kamera digital yang pada umumnya diproduksi sekarang ini dengan port USB (Universal Serial Bus), periksalah komputer anda apakah memiliki port USB ini. Port USB ini bentuknya seperti colokan persegi kecil yang berada pada panel belakang system. Port USB ini memiliki kecepatan transfer data yang lebih cepat dari port serial biasa sekitar 12 Mbps, USB juga merupakan Plug-and-Play sejati dan hot-swapping (dapat dikoneksi atau diskoneksi dengan peripheral tanpa harus mematikan PC. Jika anda measa membutuhkan port USB ini, hal pertama yang harus anda lakukan cek motherboard anda (ada USB atau tidak) apakah mendukung penambahan port USB (jika tidak ada), bila mendukung anda dapat menghubungi pembuat PC tersebut, untuk mendapatkan adapter yang diperlukan, untuk menghubungkan konektor motherboard ke panel belakang, bila tidak ada anda dapat membeli kartu add-in seperti Entrega 2-port USB upgrade. OS yang butuhkan untuk mendukung USB minimal win 95 OSR-2.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:normal;"><em><span>11<span> </span><span style="text-decoration:underline;">CD-RW vs DVD</span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:22.5pt;line-height:normal;"><span>DVD-ROM merupakan salah satu alternatif bagi anda CD-ROM anda sudah usang dan ingin menggantinya, itupun jika anda menginginkannya. DVD-ROM akan memberikan tampilan <em>movie</em> yang lebih baik, sebuah kit DVD-ROM terdiri dari DVD-ROM drive dan decoder card, decoder card dibutuhkan untuk memutar film DVD, karena jia menggunakan decoder MPEG-2 secara software akan memberikan hasil yang kurang bagus, selain itu decoder secara software ini membutuhkan PC <em>high-end</em> dan pemasangan DVD ini juga agak rumit. Sebuah DVD-ROM $200-350$.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:22.5pt;line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:22.5pt;line-height:normal;"><span>CD-RW merupakan alternatif pilihan yang cukup baik bagi anda yang ingin mengganti CD-ROM. CD-RW dapat memungkinkan anda untuk menyinpan data pada disk dan membacanya, selain itupula CD-RW memungkin anda untuk membuat CD musik anda sendiri. Memiliki CD-RW berarti juga<span> </span>anda memiliki sebuah upgrade media penyimpan karena anda dapat menyimpan data anda pada CD dengan kapasitas sekitar 600 MB. Selain itu anda dapat berbisnis dengan memiliki CD-RW seperti yang banyak ditekuni para pemilik CD-RW (namun sifatnya ilegal). Sebuah CD-RW $350-600. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:22.5pt;line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="line-height:normal;"><span>Overclock / Overclocking</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Overclock atau Overclocking adalah mengubah/mengatur kecepatan dari processor/CPU diatas kecepatan normal yang tertera pada processor tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Teknik atau cara yang dapat dilakukan untuk overclocking yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Meningkatkan Multiplier.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Meningkatkan Bus clock.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Meningkatkan Bus clock dan Multiplier</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:6pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Ketiga cara diatas dapat dilakukan secara fisik (hardware) maupun secara software.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Cara Hardware</span></span></em></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2"><span style="font-size:11pt;">Melakukan perubahan pada setting jumper/switch yaitu pada jumper yang mengatur bus clock dan mengatur multiplier.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Cara software</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Melakukan perubahan pada bus clock atau Multiplier dengan mengaturnya pada BIOS melalui softmenu. Umumnya cara overclock semacam ini ada pada motherboard yang baru yang menggunakan jumperless dan BIOS yang memiliki softmenu<span> </span>tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN"> </span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;margin-left:3.75pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:2.25pt ridge windowtext;width:130.65pt;padding:0 3.75pt;" width="174" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&lt;!&#8211;[if supportFields]&gt;<span lang="IN"><span></span>PRIVATE</span>&lt;![endif]&#8211;&gt;&lt;!&#8211;[if supportFields]&gt;<span lang="IN"><span></span></span>&lt;![endif]&#8211;&gt;<span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">CPU</span></p>
</td>
<td style="width:168.65pt;border:2.25pt 2.25pt 2.25pt medium ridge ridge ridge none windowtext windowtext windowtext 0;padding:0 3.75pt;" width="225">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">Manufacturers spec</span></p>
</td>
<td style="width:150.7pt;border:2.25pt 2.25pt 2.25pt medium ridge ridge ridge none windowtext windowtext windowtext 0;padding:0 3.75pt;" width="201">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">Tuning result</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:130.65pt;border:medium 2.25pt 2.25pt none ridge ridge 0 windowtext windowtext;padding:0 3.75pt;" width="174" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">Intel Pentium</span></p>
</td>
<td style="width:168.65pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 3.75pt;" width="225">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">2½ X 60 MHz = 150 MHz</span></p>
</td>
<td style="width:150.7pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 3.75pt;" width="201">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">3 X 66 MHz = 200 MHz</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:130.65pt;border:medium 2.25pt 2.25pt none ridge ridge 0 windowtext windowtext;padding:0 3.75pt;" width="174" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">Intel Pentium Pro</span></p>
</td>
<td style="width:168.65pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 3.75pt;" width="225">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">3 X 66 MHz = 200 MHz</span></p>
</td>
<td style="width:150.7pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 3.75pt;" width="201">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">3½ X 66 MHz = 233 MHz</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:130.65pt;border:medium 2.25pt 2.25pt none ridge ridge 0 windowtext windowtext;padding:0 3.75pt;" width="174" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">Intel Pentium II</span></p>
</td>
<td style="width:168.65pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 3.75pt;" width="225">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">3½ X 66 MHz = 233 MHz</span></p>
</td>
<td style="width:150.7pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 3.75pt;" width="201">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">4 X 75 MHz = 300 MHz</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:130.65pt;border:medium 2.25pt 2.25pt none ridge ridge 0 windowtext windowtext;padding:0 3.75pt;" width="174" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">Intel Pentium II</span></p>
</td>
<td style="width:168.65pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 3.75pt;" width="225">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">4½ X 100 MHz = 450 MHz</span></p>
</td>
<td style="width:150.7pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 3.75pt;" width="201">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">4½ X 117 MHz = 527 MHz</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span style="text-decoration:none;"> </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Tabel Contoh Overclocking Pada Intel Pentium</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:6pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span style="text-decoration:none;"> </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-weight:normal;" lang="IN">Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam overclock, diantaranya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">1<span> </span><span style="text-decoration:underline;"><span> </span>Bus </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Secara umum bus adalah penghubung secara fisik antar unit-unit dalam komputer dan antara komputer dengan dunia luar. Pendapat lain dikatakan <em>bus</em> adalah kumpulan garis atau kawat yang membawa sinyal pada komputer. <em>Bus clock</em> adalah frekuensi kerja dari bus yang ada pada motherboard. Bus clock itu sendiri berbeda-beda pada motherboard, yaitu 25 MHz, 30MHz, 33 MHz, 40 MHz, 50 MHz ini merupakan bus clock dari motherboard 486, sedangkan untuk motherboard Pentium keatas sudah menggunakan bus clock 60 MHz, 66 MHz, 75 Mhz, 83 MHz dan 100 MHz bahkan motherboard sekarang ada yang mampu mendukung sampai 150 MHz. Untuk bus clock &gt;= 100 digunakan untuk prosesor Pentium II, Pentium III atau yangh setara dengannya. Pengguanaan bus clock harus =&lt; dari clock memori agar tidak terjadi crash. Bus clock sering pula dikenal sebagai Bus frekuensi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:6pt;font-family:Tahoma;" lang="IN"> </span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;margin-left:21.75pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr style="height:18.8pt;">
<td style="border:2.25pt ridge black;width:99.95pt;height:18.8pt;padding:0 3.75pt;" width="133">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">&lt;!&#8211;[if supportFields]&gt;<span lang="IN"><span></span>PRIVATE</span>&lt;![endif]&#8211;&gt;&lt;!&#8211;[if supportFields]&gt;<span lang="IN"><span></span></span>&lt;![endif]&#8211;&gt;<span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;color:black;" lang="IN">Processor</span></p>
</td>
<td style="width:125.05pt;height:18.8pt;border:2.25pt 2.25pt 2.25pt medium ridge ridge ridge none black black black 0;padding:0 3.75pt;" width="167">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">Chip set</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;height:18.8pt;border:2.25pt 2.25pt 2.25pt medium ridge ridge ridge none black black black 0;padding:0 3.75pt;" width="132">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">System bus speed</span></p>
</td>
<td style="width:108pt;height:18.8pt;border:2.25pt 2.25pt 2.25pt medium ridge ridge ridge none black black black 0;padding:0 3.75pt;" width="144">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">CPU speed</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:13.15pt;">
<td style="width:99.95pt;height:13.15pt;border:medium 2.25pt 2.25pt none ridge ridge 0 black black;padding:0 3.75pt;" width="133" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;color:black;" lang="IN">Intel Pentium II</span></p>
</td>
<td style="width:125.05pt;height:13.15pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 black black 0;padding:0 3.75pt;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">82440BX82440GX</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;height:13.15pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 black black 0;padding:0 3.75pt;" width="132" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">100   MHz</span></p>
</td>
<td style="width:108pt;height:13.15pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 black black 0;padding:0 3.75pt;" width="144" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">350,   400, 450 MHz</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:15pt;">
<td style="width:99.95pt;height:15pt;border:medium 2.25pt 2.25pt none ridge ridge 0 black black;padding:0 3.75pt;" width="133" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;color:black;" lang="IN">AMD K6-2</span></p>
</td>
<td style="width:125.05pt;height:15pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 black black 0;padding:0 3.75pt;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">Via   MVP3ALi Aladdin V</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;height:15pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 black black 0;padding:0 3.75pt;" width="132" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">100   MHz</span></p>
</td>
<td style="width:108pt;height:15pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 black black 0;padding:0 3.75pt;" width="144" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">250,   300, 400 MHz</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:16.25pt;">
<td style="width:99.95pt;height:16.25pt;border:medium 2.25pt 2.25pt none ridge ridge 0 black black;padding:0 3.75pt;" width="133" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;color:black;" lang="IN">Intel Petium Xeon</span></p>
</td>
<td style="width:125.05pt;height:16.25pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 black black 0;padding:0 3.75pt;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">82450NX</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;height:16.25pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 black black 0;padding:0 3.75pt;" width="132" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">100   MHz</span></p>
</td>
<td style="width:108pt;height:16.25pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 black black 0;padding:0 3.75pt;" width="144" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">450,   500 MHz</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:14.6pt;">
<td style="width:99.95pt;height:14.6pt;border:medium 2.25pt 2.25pt none ridge ridge 0 black black;padding:0 3.75pt;" width="133" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;color:black;" lang="IN">Intel Pentium III</span></p>
</td>
<td style="width:125.05pt;height:14.6pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 black black 0;padding:0 3.75pt;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">82440JX</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;height:14.6pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 black black 0;padding:0 3.75pt;" width="132" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">133   MHz</span></p>
</td>
<td style="width:108pt;height:14.6pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 black black 0;padding:0 3.75pt;" width="144" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">533,   665 MHz</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:17.2pt;">
<td style="width:99.95pt;height:17.2pt;border:medium 2.25pt 2.25pt none ridge ridge 0 black black;padding:0 3.75pt;" width="133" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;color:black;" lang="IN">AMD K7</span></p>
</td>
<td style="width:125.05pt;height:17.2pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 black black 0;padding:0 3.75pt;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">?</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;height:17.2pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 black black 0;padding:0 3.75pt;" width="132" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">200   MHz</span></p>
</td>
<td style="width:108pt;height:17.2pt;border:medium 2.25pt 2.25pt medium none ridge ridge none 0 black black 0;padding:0 3.75pt;" width="144" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">600,   800 MHz</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:108pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:6pt;font-family:Tahoma;" lang="IN"><span style="text-decoration:none;"> </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:108pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">tabel CPU clock dan BUS Clock</span></span></strong></p>
<h2><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">2</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">.<span> </span><span style="text-decoration:underline;">CPU clock &amp; Multiplier</span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"></span></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">CPU clock</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> atau <em>CPU speed</em> adalah frekuensi kerja dari prosesor. Misalkan Pentium II 350 maka Cpu clocknya 350MHz, artinya tiap detik prosesor akan melakukan 350 juta cycle ‘putaran’ dimana tiap satu cycle prosesor dapat melakukan beberapa operasi sedrhana atau beberapa cycle untuk sebuah operasi yang komplex. <em>Multiplier</em> ‘pengali’ adalah suatu faktor yang menjadi faktor pembanding antara Cpu clock dan bus clock dengan rumus:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">CPU clock = Bus clock x multiplier</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN">Misal pentium 350 berarti bila menggunakan bus clock 100 mengunakan multiplier 3,5. Pengaturan multiplier dan bus clock pada pentium biasa dan sampai AMD K6-3 masih menggunakan jumper atau switch, sedangkan untuk motherboard yang <em>‘jumperless’</em> menggunakan set BIOS digunakan pada pentium II, pentium III, pentium Xeon. </span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;margin-left:102.75pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:2.25pt ridge windowtext;padding:0 3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&lt;!&#8211;[if supportFields]&gt;<span lang="IN"><span></span>PRIVATE</span>&lt;![endif]&#8211;&gt;&lt;!&#8211;[if supportFields]&gt;<span lang="IN"><span></span></span>&lt;![endif]&#8211;&gt;<span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">CPU</span></p>
</td>
<td style="border:2.25pt 2.25pt 2.25pt medium ridge groove ridge none windowtext windowtext windowtext 0;padding:0 3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">Clock factor</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium 2.25pt 2.25pt none ridge ridge 0 windowtext windowtext;padding:0 3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">Intel Pentium (P54C)</span></p>
</td>
<td style="border:medium 2.25pt 2.25pt medium none groove ridge none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">1½, 2, 2½, 3</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium 2.25pt 2.25pt none ridge ridge 0 windowtext windowtext;padding:0 3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">Intel Pentium Pro</span></p>
</td>
<td style="border:medium 2.25pt 2.25pt medium none groove ridge none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">2½, 3, 3½, 4</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium 2.25pt 2.25pt none ridge ridge 0 windowtext windowtext;padding:0 3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">Cyrix 6&#215;86</span></p>
</td>
<td style="border:medium 2.25pt 2.25pt medium none groove ridge none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">2, 3</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium 2.25pt 2.25pt none ridge ridge 0 windowtext windowtext;padding:0 3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">Cyrix 6&#215;86MX (M2)</span></p>
</td>
<td style="border:medium 2.25pt 2.25pt medium none groove ridge none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">2, 2½, 3, 3½</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium 2.25pt 2.25pt none ridge ridge 0 windowtext windowtext;padding:0 3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">Intel Pentium MMX (P55C)</span></p>
</td>
<td style="border:medium 2.25pt 2.25pt medium none groove ridge none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">2, 2½, 3, 3½</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium 2.25pt 2.25pt none ridge ridge 0 windowtext windowtext;padding:0 3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">AMD K5 PR75 &#8211; PR133</span></p>
</td>
<td style="border:medium 2.25pt 2.25pt medium none groove ridge none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">1, 1½</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium 2.25pt 2.25pt none ridge ridge 0 windowtext windowtext;padding:0 3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">AMD K5 PR150 and PR166</span></p>
</td>
<td style="border:medium 2.25pt 2.25pt medium none groove ridge none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">2</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium 2.25pt 2.25pt none ridge ridge 0 windowtext windowtext;padding:0 3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">AMD K6-2 and K6-3</span></p>
</td>
<td style="border:medium 2.25pt 2.25pt medium none groove ridge none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">4, 4½, 5</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium 2.25pt 2.25pt none ridge groove 0 windowtext windowtext;padding:0 3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">Intel Pentium II</span></p>
</td>
<td style="border:medium 2.25pt 2.25pt medium none groove groove none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;" lang="IN">2 to 8 (theoretically)</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span style="text-decoration:none;"> </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Tabel Multiplier</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:6pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<h2><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">3.<span> </span><span style="text-decoration:underline;">Jumper &amp; Switch</span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;font-weight:normal;font-style:normal;" lang="IN"></span></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Jumper</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> adalah alat yang berfungsi sebagai saklar dan switch, wujud fisiknya biasanya berupa pin-pin yang menonjol pada motherboard. Sebagai pelengkap jumper disertakan konektor yang berguna untuk menghubungkan pin-pin pada jumper. Umumnya konektor menghubungkan 2 pin. Jumper 2 pin bila pinnya dihubungkan oleh konektor maka jumper berfungsi sebagai saklar sedangkan untuk jumper 3 pin jumper berfungsi sebagai switch, karena kombinasinya bisa 1-2 atau 2-3. Pada motherboard (socket 7) banyak sekali terdapat jumper untuk mengetahui fungsinya digunakan manual motherboard. <em>Switch</em> adalah kumpulan jumper-jumper yang bertugas bersama, pengaturan switch akan berpengaruh pada seluruh pengaturan jumper tersebut. Contoh penggunaannya pada pengaturan Bus clock, multiplier dan CPU voltage pada DFI motherboard super 7. </span></p>
<h2 style="margin-left:72pt;text-indent:-72pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;font-weight:normal;font-style:normal;" lang="IN"><span>v<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;font-style:normal;" lang="IN">Mengatasi masalah panas</span></h2>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:6pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Overclocking akan mengakibatkan timbulnya panas yang cukup berlebihan, jika kita tidak menggunakan pendingin, untuk dapat overclocking dengan aman maka kita harus memiliki sistem pendingin yang baik pula. Sistem pendingin terbagi 2 :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Software</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Banyak sofware yang beredar yang dapat digunakan sebagai software pendingin seperti <em>waterfall</em> dan <em>rain</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Hardware </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">dengan memasang <em>heatsink</em> dan <em>kipas</em> pada processor atau memakai hardware khusus, yang memang bekerja sebagai pendingin seperti <em>kyro 1</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="margin-left:36pt;text-indent:-36pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;font-weight:normal;"><span>v<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Dampak Overclock</span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;font-weight:normal;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">Dampak negatif overclock:</span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">Panas berlebihan pada prosesor karena dipaksa bekerja pada clock yang lebih tinggi, dapat dikurangi dengan penggunaan sistem pendingin yang sudah ada.</span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">Kesalahan operasi (pehitungan) prosesor karena akibat panas berlebihan.</span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="margin-left:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:8pt;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;font-weight:normal;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">Dampak positif overclock:</span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">Komputer menjadi lebih cepat seolah-olah bekerja dengan prosesor yang lebih tinggi.</span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;" lang="NL"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;" lang="NL">Cara termurah meningkatkan kecepatan kerja dari CPU.</span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">Dapat membuat prosesor yang tidak ada pada pasaran.</span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="line-height:normal;"><span style="font-size:6pt;font-weight:normal;"> </span></p>
<h2 style="margin:0 0 0.0001pt;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;font-style:normal;" lang="IN">Troubleshooting</span></span></h2>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Pada tabel berikut ini akan diuraikan beberapa gejala yang mungkin timbul pada PC anda setelah anda melakukan perakitan,upgrade ataupun overclock.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="margin-left:5.4pt;border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="width:108pt;border:1pt medium 1.5pt solid none double windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="144">
<p class="MsoHeader" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Gejala</span></strong></p>
</td>
<td style="width:144pt;border:1pt medium 1.5pt solid none double windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoHeader" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Sebab</span></strong></p>
</td>
<td style="width:198pt;border:1pt medium 1.5pt solid none double windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="264" valign="top">
<p class="MsoHeader" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Solusi</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:108pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="144">
<p class="MsoHeader"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Led Indikator menyala terus (satu atau dua)</span></p>
</td>
<td style="width:144pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoHeader" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">1. Konektor terbalik</span></p>
</td>
<td style="width:198pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="264" valign="top">
<p class="MsoHeader" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">1. Perbaiki</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:108pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="144">
<p class="MsoHeader"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Motor tidak berputar</span></p>
</td>
<td style="width:144pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Power supply error</span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">‘Motor On’ sinyal tidak aktif</span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Motor rusak</span></p>
</td>
<td style="width:198pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="264" valign="top">
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Cek tegangan, konektor, dan kabel Power Supply</span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Cek controller, konektor dan drive pada pin 16</span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Ganti motor</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:108pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="144">
<p class="MsoHeader"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Motor berputar tapi disk tidak ikut berputar</span></p>
</td>
<td style="width:144pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoHeader" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">1. Spindle error</span></p>
</td>
<td style="width:198pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="264" valign="top">
<p class="MsoHeader" style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-22.5pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">1.   Cek cengkraman spindle</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none;width:108pt;padding:0 5.4pt;" width="144">
<p class="MsoHeader"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Pesan seek error</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:144pt;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Head alignment error</span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Head tidak bisa mencapai track 0</span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Index hole error</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:198pt;padding:0 5.4pt;" width="264" valign="top">
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Sejajarkan</span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Perbaiki</span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Cek sensor led atau mekanik untuk index hole </span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18.35pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Cek pin 8</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:108pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="144">
<p class="MsoHeader"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Tidak bisa baca dan tulis</span></p>
</td>
<td style="width:144pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="top">
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Power supply error</span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Head tidak bekerja</span></p>
<p class="MsoHeader" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Head tidak bergerak</span></p>
<p class="MsoHeader" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Index hole error</span></p>
<p class="MsoHeader" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Sambungan ke head putus</span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Drive tidak diset</span></p>
<p class="MsoHeader" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoHeader" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Head kotor</span></p>
</td>
<td style="width:198pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="264" valign="top">
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Cek tegangan, konektor, dan kabel power supply</span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Cek mekanisme head, biasanya tekanan head </span></p>
<p class="MsoHeader" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span> </span>Cek pin 4</span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Cek mekanisme stepper motor<span> </span></span></p>
<p class="MsoHeader" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span> </span>Cek pin 20</span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Cek sensor led atau mekanik untuk index hole </span></p>
<p class="MsoHeader" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span> </span>Cek pin 8</span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Cek sambungannya</span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Cek pin 10,12</span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:17.1pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Cek drive select   jumper</span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:17.1pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Cek konektor</span></p>
<p class="MsoHeader" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Bersihkan</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jaswadi11.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jaswadi11.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaswadi11.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaswadi11.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaswadi11.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaswadi11.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaswadi11.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaswadi11.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaswadi11.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaswadi11.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaswadi11.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaswadi11.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaswadi11.wordpress.com&blog=3580317&post=33&subd=jaswadi11&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/08/06/merakit-pc-desktop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62779d3a58dcb3244a48cfb2b8442c7b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jaswadi11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Memmory PC</title>
		<link>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/05/26/sistem-memmory-pc/</link>
		<comments>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/05/26/sistem-memmory-pc/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 01:47:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jaswadi Marabahan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hardware]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaswadi11.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Memori
Berbicara mengenai memori, sering terjadi penyempitan persepsi dan pengertian mengenai komponen ini. Ada pengertian pada beberapa orang bahwa memori itu adalah &#8216;komponen&#8217; yang berbentuk segi empat dengan beberapa pin dibawahnya. Komponen ini disebut memory module. Padahal, memori itu adalah suatu penamaan konsep yang bisa menyimpan data dan program. Kemudian ditambah dengan kata internal, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaswadi11.wordpress.com&blog=3580317&post=32&subd=jaswadi11&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h1 style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Pengertian Memori</strong></span></h1>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Berbicara mengenai memori, sering terjadi penyempitan persepsi dan pengertian mengenai komponen ini. Ada pengertian pada beberapa orang bahwa memori itu adalah &#8216;komponen&#8217; yang berbentuk segi empat dengan beberapa pin dibawahnya. Komponen ini disebut memory module. Padahal, memori itu adalah suatu penamaan konsep yang bisa menyimpan data dan program. Kemudian ditambah dengan kata internal, yang maksudnya adalah terpasang langsung pada motherboard. Dengan demikian, pengertian memory internal sesungguhnya itu dapat berupa :</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">* First-Level (L1) Cache,<br />
* Second-Level (L2) Cache,<br />
* Memory Module,</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Akan tetapi, ada juga pengelompokan internal memori seperti:</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">* RAM (Random Access Memory), dan<br />
* ROM (Read Only Memory).</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-32"></span></p>
<h2><span style="color:#ff6600;">I.  Random Acces Memory ( RAM )</span></h2>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;">Kelompok memori yang                diberi nama Random Access Memory ini memiliki karakteristik yang                sesuai dengan namanya. Dalam pengaksesan data yang tersempan di                dalam memori dilakukan dengan cara acak (Random) bukan dengan cara                terurut (sequential) seperti pada streamer. Hal ini berarti untuk                mengakses elemen memori yang terletak dimana pun di dalam modul                ini, akan diakses dalam waktu yang sama.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ff9900;"> 1.1 </span><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#ff9900;">Statik RAM</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;">Secara internal, setiap                sel yang menyimpan n bit data memiliki 4n buah transistor yang menyusun                beberapa buah rangkaian Flip-Flop. Dengan karakteristik rangkaian                Flip-Flop ini, data yang disimpan hanyalah berupa Hidup (High state)                atau Mati (Low state) yang ditentukan oleh keadaan suatu transistor.                Kecepatannya dibandingkan dengan Dynamic RAM tentu saja lebih tinggi                karena tidak diperlukan sinyal refresh untuk mempertahankan isi                memory.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffffff;font-size:x-small;"><strong><span style="color:#ff6600;"> 1.2   <span style="text-decoration:underline;">Dynamic        RAM</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;">Secara internal, setiap                sel yang menyimpan 1 bit data memiliki 1 buah Transistor dan 1 buah                Kondensator. Kondensator ini yang menjaga tegangan agar tetap mengaliri                transistor sehingga tetap dapat menyimpan data. Oleh karena penjagaan                arus itu harus dilakukan setiap beberapa saat (yang disebut refreshing)                maka proses ini memakan waktu yang lebih banyak daripada kinerja                Static RAM.<br />
Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, modul memori berkembang                beriring-iringan dengan perkembangan processor. Jenis DRAM ini juga                mengalami perkembangan.<br />
Perkembangan Jenis DRAM </span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;">Synchronous DRAM                  (SDRAM) adalah salah satu contohnya. Dalam SDRAM ini (yang biasanya                  dikenal sebagai SIMM SDRAM) hanyalah memperbaiki kecepatan akses                  data yang tersimpan. Dengan proses sinkronisasi kecepatan modul                  ini dengan Frekuensi Sistem Bus pada prosesor diharapkan dapat                  meningkatkan kinerjanya. Modul EDO RAM dapat bawa ke kecepatan                  tertingginya di FSB maksimum 75MHz, sedangkan SDRAM dapat dibawa                  ke kecepatan 100MHz pada sistem yang sama. SDRAM ini juga dikembangkan                  lebih jauh.<br />
</span></p>
</li>
</ul>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;"> PC100 RAM<br />
SDRAM yang dikembangkan untuk sistem bus 100MHz<br />
</span></li>
<li><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;">PC133 RAM<br />
SDRAM yang dikembangkan untuk sistem bus 133MHz<br />
</span></li>
<li><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;"> ECC RAM (Error                  Checking and Correction RAM)</span><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;"><br />
</span></li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;">SDRAM yang dikembangkan                  untuk kebutuhan server yang memiliki kinerja yang berat. Jenis                  SDRAM ini dapat mencari kerusakan data pada sel memori yang bersangkutan                  dan langsung dapat memperbaikinya. Akan tetapi, batasan dari SDRAM                  jenis ini adalah, sel data yang dapat diperbaiki hanya satu buah                  sel saja dalam satu waktu pemrosesan data.<br />
</span></p>
</li>
</ol>
<ul style="text-align:justify;">
<li>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;">Burst EDO RAM (BEDO                    RAM) adalah jenis EDO yang memiliki kemampuan Bursting. Kinerja                    yang telah digenjot bisa 100% lebih tinggi dari FPM, 33% dari                    EDO RAM. Semula dikembangkan untuk menggantikan SDRAM, tetapi                    karena prosesnya yang asinkron, dan hanya terbatas sampai 66MHz,                    praktis BEDO RAM ditinggalkan.<br />
</span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;">Rambus DRAM (RDRAM)                  dikembangkan oleh RAMBUS, Inc., Pengembangan ini menjadi polemik                  karena IntelÒ berusaha memperkenalkan PC133MHz. RDRAM ini                  memiliki jalur data yang sempit (8 bit) tapi kinerjanya tidak                  dapat diungguli oleh DRAM jenis lain yang jalur datanya lebih                  lebar dari RDRAM yaitu 16 bit atau bahkan 32 bit. Hal ini karena                  RDRAM ini memiliki Memory Controller yang dipercanggih. Tentunya                  hanya motherboard yang mendukung RAMBUS saja yang bisa memakai                  DRAM ini, seperti MotherBoard untuk AMD K7 Athlon. Akan tetapi,                  RAM jenis ini dipakai oleh 3dfx, Inc., untuk mempercepat proses                  penggambaran objek 3 dimensi yang penuh oleh poligon. Contoh produk                  yang memakainya adalah 3dfx seri Voodoo4.<br />
</span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;">SyncLink DRAM (SLDRAM)                  dibuat karena untuk memakai RDRAM ini harus membayar royalti kepada                  RAMBUS Inc., Hal ini dirasakan sangat mahal bagi pengembang motherboard.                  Dengan Kecepatan 200MHz, dan bandwith maksimum 1600MB/sec cukup                  untuk mengkanvaskan perkembangan RAMBUS DRAM.<br />
</span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;">Double Data Rate                  RAM (DDRAM) dikembangkan karena kebutuhan transmisi data sangat                  tinggi. Teknologi ini dikembangkan berdasarkan transmisi data                  ke dan dari terminal lain melalui sinyal tact.<br />
</span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;">Serial Presence                  Detect (PSD) adalah perkembangan dari DIMM yang menyertakan sebuah                  chip EPROM yang dapat menyimpan informasi tentang modul ini. Chip                  kecil yang memiliki 8 pin ini bertindak sebagai SPD yang sedemikian                  rupa sehingga BIOS dapat membaca seluruh informasi yang tersimpan                  didalamnya dan dapat menyetarakan FSB dengan waktu kerja untuk                  performa CPU-RAM yang sempurna.</span></p>
</li>
</ul>
<p><span style="font-family:Arial;color:#ffffff;font-size:x-small;"><strong><span style="color:#ff6600;"> 1.3 </span></strong></span><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:Arial;color:#ff6600;font-size:x-small;"><strong>Kecepatan        dan Bandwith Maksimal RAM</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;"><strong>Kecepatan RAM</strong><br />
Kecepatan RAM diukur dalam ns (nano seconds). Makin kecil ns semakin                cepat RAM . Dulu kecepatan RAM sekitar 120, 100 dan 80 ns. Sekarang                sekitar 15, 10, sampai 8 ns.<br />
Kecepatan RAM sangat berkaitan erat dengan system bus , apakah system                bus kita efektif untuk menggunakan RAM yang cepat. Berikut ini tabel                yang menggambarkan hubungan clock speed dalam system bus dengan                kecepatan RAM yang diperlukan.</span></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;"><strong>Peak Bandwith (Bandwith Maksimal)</strong><br />
Di sini kita akan lihat peak bandwith maksimal dari tiga tipe RAM                yang kita kenal . berikut ini tabel yang menggambarkan Max.Peak                Bandwith yang ditransfer dari RAM ke L2-cache-, not as continuously                transferred.</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<h2><span style="color:#ff6600;">II. Pengertian Chace Memori</span></h2>
<h3 style="padding-left:30px;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;"><strong>2.1   First-Level (L1) Cache</strong></span></h3>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;"> Memori yang bernama L1 Cache ini adalah memori yang terletak paling                dekat dengan prosesor (lebih spesifik lagi: dekat dengan blok CU                [Control Unit]). Penempatan Cache di prosesor dikembangkan sejak                PC i486. Memori di tingkat ini memiliki kapasitas yang paling kecil                (hanya 16KB), tetapi memiliki kecepatan akses dalam hitungan nanodetik                (sepermilyar detik). Data yang berada di memori ini adalah data                yang paling penting dan paling sering diakses. Biasanya data di                sini adalah data yang telah diatur melalui OS (Operating System)                menjadi Prioritas Tertinggi (High Priority).</span></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;"><br />
<strong>2.2   Second-Level (L2) Cache</strong><br />
Memori L2 Cache ini terletak terletak di MotherBoard (lebih spesifik                lagi: modul COAST : Cache On A STick. Bentuk khusus dari L2 yang                mirip seperti Memory Module yang dapat diganti-ganti tergantung                motherboardnya). Akan tetapi ada juga yang terintegrasi langsung                dengan MotherBoard, atau juga ada yang terintergrasi dengan Processor                Module. Di L2 Cache ini, kapasitasnya lebih besar dari pada L1 Cache.                Ukurannya berkisar antara 256KB-2MB. Biasanya, L2 Cache yang besar                diperlukan di MotherBoard untuk Server. Kecepatan akses sekitar                10ns.</span></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">
<h2><span style="color:#ff6600;">III. Jenis-Jenis Memory Modul</span></h2>
<h3>3.1     Single In-line Memory Modul</h3>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;">Single pada SIMM ini                dimaksudkan dalam penomoran pin. Pada penampakan fisiknya, pin dan                pin yang berada tepat dibaliknya memilki nomor yang sama. Artinya                kedua pin itu sekuens proses yang sama.<br />
SIMM pertama kali dibuat dalam modul 8 bit. Hal ini dimaksudkan                untuk penyelarasan lebar data dari processor itu sendiri. SIMM generasi                pertama ini diperuntukkan PC generasi sebelum 80286. Sebagai catatan,                Processor generasi 8086 dan teman-temannya, hanya memiliki lebar                data untuk floating point (representasi internal dari sebuah processor                yang menganggap semua bilangan yang diterima oleh bagian input ALU                dan/atau CU menjadi bilangan biner tak bertanda [unsigned binary                representation]. Bila bilangan yang diubah ke biner memiliki lebih                dari 8 digit bilangan, maka perhitungan akan dilakukan dengan 8                digit terkahir dan terus dilakukan berulang-ulang hingga perhitungan                sesuai dengan bilangan semula) sebesar 8 bit.<br />
Perkembangan processor juga turut mendorong perkembangan SIMM. Pada                processor 32 bit (generasi Pentium), ketergantungan pada L2-Cache                sangat tinggi. Tentunya membutuhkan memori 32 bit juga agar tidak                terjadi bottle-neck. Pada modul 32 bit ini biasanya ditemukan 2,4,atau                8 chip di salah satu sisinya (dari penampakan fisik SIMM). Jadi                dalam 1 keping memori modul yang terdiri dari 8 chip, akan bernilai                32MB.<br />
Perhitungannya seperti berikut.<br />
8 chip X [32bit/sel X 524288 sel] / 8 bit/MB = 32MB.<br />
SIMM ini dapat digabungkan dengan sesama SIMM sendiri. Meskipun                kecepatan akses data yang berbeda dan/atau merek yang berbeda pula.                Akan tetapi, SIMM tidak bisa digabungkan dengan DIMM. Hal ini karena                akan terjadi &#8220;kebingungan&#8221; MotherBoard untuk menginisialisasi                akses ke memori mana.<br />
SIMM juga dikelompokkan berdasarkan jumlah pin.<br />
</span></p>
<ul>
<li><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;">30 pins</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;"> pertama kali dibuat dalam modul 8 FPM (Fast Page Mode) yang memiliki                kecepatan 80ns<br />
maksimal Bandwidth (lebar jalur data) : 176MB/sec.<br />
</span></p>
<ul>
<li><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;"> 72 pins</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;"> FPM yang berkecepatan 70ns<br />
EDO (Extended Data Output) yang berkecepatan 60ns, maksimal Bandwidth:                264 MB/sec</span></p>
<h3>3.2   Dual In-line Memory Modul ( DIMM )</h3>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;">Dual berarti kedua sisi dari penampakan                fisik ini menunjukkan bahwa dua buah sisi menjalankan sekuens proses                masing-masing, namun masih mendukung satu proses utama yang sama.<br />
Meskipun processor 64-bit masih terlalu jarang untuk kalangan PC,                memori telah mengembangkan &#8220;jalan&#8221;nya terlebih dahulu.                DIMM sekarang ini telah memiliki lebar data 64 bit.</span></p>
<h2><span style="color:#ff6600;">IV. Read Only Memory ( ROM )</span><br />
<strong></strong></h2>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;">Kelompok memori yang                bernama Read Only Memory ini memiliki karakteristik yang sesuai                dengan namanya. Data yang ada di dalam ROM ini adalah data yang                telah dimasukkan oleh pembuatnya. Data yang telah terkandung didalamnya                tidak dapat diubah-ubah lagi melalui proses yang normal, dan hanya                dapat dibaca saja.<br />
Ada bagian data di ROM ini dipergunakan untuk identitas dari komputer                itu sendiri. Hal ini tersimpan dalam BIOS (Basic Input Output Systems).                Ada juga data yang terkandung dalam modul ini yang pertama kali                diakses oleh sebuah komputer ketika dinyalakan. Urutan-urutan yang                terkandung di dalam modul ini dan yang diakses pertama kali ketika                komputer dihidupkan diberi nama BOOTSTRAP.<br />
Dalam proses BOOTSTRAP ini, dilakukan beberapa instruksi seperti                pengecekan komponen internal pendukung kerja minimal suatu sistem                komputer, seperti memeriksa ALU, CU, BUS pendukung dari MotherBoard                dan Prosesor, memeriksa BIOS utama, memeriksa BIOS kartu grafik,                memeriksa keadaan Memory Module, memeriksa keberadaan Secondary                Storage yang dapat berupa Floppy Disk, Hard Disk, ataupun CD-ROM                Drive, kemudian baru memeriksa daerah MBR (Master Boot Record) dari                media penyimpanan yang ditunjuk oleh BIOS (dalam proses Boot Sequence).<br />
Jenis ROM Dan Perkembangannya</span></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;"><br />
<strong>4.1   PROM</strong> : Programable ROM<br />
ROM ini memberikan kesempatan bagi pemakai untuk mengubah data yang                tersimpan secara default. Sebuah alat yang bernama PROM programmer                bertugas &#8220;membakar&#8221; (burning-in) sel memori yang terdapat                dalam chip ini. Dengan arus listrik yang cukup besar, lokasi bit                akan terbakar dan menunjukkan sebuah nilai (0 atau 1). Setelah melalui                proses burning-in tersebut, PROM ini tidak dapat lagi diubah-ubah                isinya.</span></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;"><br />
<strong>4.2   EPROM</strong> : Erasable Programable ROM<br />
Chip ini adalah perkembangan dari PROM. Hanya saja, EPROM ini dapat                dihapus isi yang terdahulu dengan menggunakan sinar ultraviolet.                Sinar tersebut melewati celah di kumpulan chip. Dengan demikian,                muatan yang tersimpan dapat terlepas. Dengan kata lain, EPROM dapat                dihapus dengan sinar Ultraviolet dan diprogram ulang secara elektrik.</span></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Arial;color:#000000;font-size:x-small;"><br />
<strong>4.3   EEPROM</strong> : Electrically Erasable Programable ROM<br />
Chip ini tidak jauh berbeda dengan EPROM, tetapi EEPROM datanya                dapat dihapus tanpa menggunakan sinar ultraviolet. Cukup gunakan                pulsa listrik (electrical pulses).<br />
Jenis ROM seperti PROM, EPROM, dan EEPROM tergolong ke memori stabil                (nonvolatile memories). Artinya, ketiga jenis memori ROM ini akan                tetap menyimpan datanya walaupun ketika tidak dialiri oleh arus                listrik.<br />
Pada perkembangannya di dunia perkomputeran, chip EEPROM telah digunakan                untuk BIOS dari sebuah MotherBoard. Dengan menggunakan teknik &#8220;flash&#8221;,                isi dari BIOS pun dapat dibuat lebih baru (update). Akan tetapi,                bahaya dari flashable BIOS adalah semua orang dapat mengubah isinya,                termasuk juga virus. Jika telah diubah oleh virus, maka motherboard                komputer yang dipakai itu tidak akan bisa dipakai kembali.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jaswadi11.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jaswadi11.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaswadi11.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaswadi11.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaswadi11.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaswadi11.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaswadi11.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaswadi11.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaswadi11.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaswadi11.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaswadi11.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaswadi11.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaswadi11.wordpress.com&blog=3580317&post=32&subd=jaswadi11&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/05/26/sistem-memmory-pc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62779d3a58dcb3244a48cfb2b8442c7b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jaswadi11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>OPTIMALISASI PC</title>
		<link>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/05/20/optmalisasi-pc/</link>
		<comments>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/05/20/optmalisasi-pc/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 May 2008 00:18:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jaswadi Marabahan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hardware]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaswadi11.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa Langkah Optimalisasi PC
Sebagai Pengguna PC, tentu kita ingin meningkatkan kinerja pada sebuah PC agar menjadi seoptimal mungkin, sehingga Kerja PC menjadi cepat dan bahkan jarang Hang untuk menjalankan berbagai macam Program Aplikiasi. Disini akan disampaikan beberapa langkah untuk mengoptimalkan kinerja PC.

Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan :


1. Setting IDE
Anda pasti menginginkan transfer data pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaswadi11.wordpress.com&blog=3580317&post=31&subd=jaswadi11&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span class="style120"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Beberapa Langkah Optimalisasi PC</span></strong></span><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:&quot;"></span></strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Sebagai Pengguna PC, tentu kita ingin meningkatkan kinerja pada sebuah PC agar menjadi seoptimal mungkin, sehingga Kerja PC menjadi cepat dan bahkan jarang Hang untuk menjalankan berbagai macam Program Aplikiasi. Disini akan disampaikan beberapa langkah untuk mengoptimalkan kinerja PC.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan :</p>
<p><span id="more-31"></span></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>1. Setting IDE</strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Anda pasti menginginkan transfer data pada harddisk secepat mungkin. Untuk memperolehnya, Anda perlu melakukan sedikit sentuhan pada harddisk Anda. Kadang, kita memang beruntung jika vendor sudah meletakkan jumper dan setting harddisk pada posisi yang optimal. Namun, ada baiknya juga melihat sendiri untuk membuktikannya. HOW: Periksa setting jumper pada harddisk Anda. Lokasi jumper untuk harddisk tertetak di bagian belakang, tepat di sebelah slot untuk konektor dan kabel power. Petunjuk setting jumper berada di bagian atas harddisk. Untuk melihatnya, lepas terlebih dahulu harddisk dari dalam komputer atau melihat petunjuk ini pada situs produsen harddisk Anda. Format label juga hampir sama dalam setiap harddisk yang ada di pasaran, yakni berupa tabel yang sangat mudah dibaca. Pastikan untuk masuk ke menu setting BIOS setelah mengatur posisi jumper dan memasang kembali harddisk dengan benar. Simak, apakah harddisk sudah di-detect dengan balk oleh BIOS. Jika sudah, maka langkah ini sudah berhasil Anda lakukan. Setting tersebut berupa pasangan harddisk yang paling sering diakses dalam satu konektor. Sedangkan, satu konektor lainnya digunakan CD-RW dan harddisk lain yang jarang terpakai. Perlu diperhatikan, kecepatan transfer pada dua harddisk di satu channel tentu berbeda dengan dua harddisk di dua channel yang berbeda.<br />
Primary Master: Harddisk utama (yang tercepat dan berfungsi sebagai sistem operasi).<br />
Primary Slave: DVD-ROM</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Secondary Master: CD-RW atau DVD-R</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Secondary Slave: Harddisk tambahan</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>2. Gunakan Hardware yang Sepadan</strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Windows XP akan benar-benar menjadi sistem operasi yang andal jika bekerja dengan RAM atau memory yang memadai. Parahnya, RAM bukan barang yang termasuk murah. Pelajaran yang bisa diambil, jangan kurangi kebutuhan RAM sistem operasi yang Anda gunakan dan aplikasi lain yang Anda butuhkan. HOW: Sebagai hardware yang cukup berpengaruh dalam kecepatan komputer, kapasitas memory memang harus diperhati-kan. Kami merekomendasikan memory 256MB sebagai batas minimal dalam satu komputer. Memang dalam hardware requirement yang diminta Windows XP tertera 64MB, namun beberapa aplikasi membutuhkan memory hingga 128MB. Namun percayalah, dengan memory 256MB datam PC Anda akan menjadikan kinerjanya mulus tanpa tersendat-sendat. Perhatikan juga jenis memory yang hendak Anda beli harus disesuaikan dengan chipset motherboard Anda. Pastikan komputer Anda sudah memiliki memory yang cukup, sebelum menyadari kinerjanya yang lambat dibandingkan komputer tetangga sebelah.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>3. Convert Harddisk ke NTFS</strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Dibandingkan dengan FAT32, format NTFS (New Technology File System) memiliki performa yang lebih baik, lebih aman, dan lebih tahan uji. Sebab, dengan NTFS, maka data otomatis akan dienkripsi. Dengan perubahan ini, mungkin kinerja komputer sedikit lebih lambat dari sebelumnya. Namun, keuntungannya tetap lebih banyak. Ada beberapa keuntungan menggunakan NTFS daripada FAT atau FAT32 (format file management pada Windows 98 dan 95) di antaranya adalah dari sisi performa yang lebih baik, keamanan, dan tahan uji. HOW: Mengubah format harddisk dari FAT32 ke NTFS sangat mudah, namun jangan dianggap remeh. Ada kemungkinan proses ini menyebabkan kerusakan permanen seluruh data dan sistem operasi beserta aplikasi di dalamnya. Pastikan untuk mem-back-up semua data lebih dahulu. Jika sudah, tekan tombol Windows + R untuk membuka Command Prompt. Ketikkan convert x: / fs:ntfs (huruf x adalah drive yang akan di-convert). Ikuti semua proses hingga selesai. Setelah proses ini selesai, restart komputer. Saat masuk Windows lagi, Anda sudah mendapatkan format NTFS.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>4. Update Driver</strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Meng-update driver melalui fitur Windows Update mungkin sudah bisa menanggulangi masalah driver Anda. Namun, perlu diperhatikan bahwa driver yang tersedia di Windows Update hanya driver tertentu saja, yakni driver yang sudah memiliki tanda lulus sertifikasi WHQL (Windows Hardware Quality Lab). Banyak produsen hardware, entah dengan alasan apa, tidak memakai sertifikasi ini. Windows akan mengingatkan apabila user mencoba menginstalasi menggunakan driver yang tidak memiliki WHQL. Cobalah untuk selalu menggunakan fitur pada Windows XP, yakni System Restore. Dengan fitur ini, maka Windows akan mengembalikan ke sistem semula bila ternyata driver baru malah tidak stabil atau menyebabkan konflik dengan driver lain. Dengan fitur ini, maka tidak perlu khawatir mencoba driver terbaru pada Windows XP. Baik yang sudah memperoleh sertifikat WHQL atau tidak. Untuk mengaktifkan fitur ini secara manual, masuk lebih dahulu ke restore points. Caranya, melalui utiliti System Restore di [ Start ] &gt; [ All Programs ] &gt; [ Accessories ] &gt; [ System Tools ].</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>5. Update Driver Chipset</strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Jika Anda menginstalasi Windows XP atau Me tanpa menginstalasi driver chipset motherboard, maka komputer tidak stabil. Bisa jadi lebih parah lagi, misalnya Windows tidak bisa diakses. Driver chipset berfungsi menghubungkan sistem operasi dengan motherboard. Windows XP dan Me memang sudah menyediakan database driver. Namun, ada kemungkinan databse tersebut terbatas dan tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal atau driver di database tersebut sudah tidak up to date. Untuk memperoleh hasil performa maksimal dan stabilitas kinerja komputer Anda, selalu gunakan driver chipset terkini dari sumber terpercaya. HOW: Kebanyakan driver untuk motherboard diperoleh bersamaan dengan pembelian barangnya, namun tidak ada salahnya membuka situs vendor chipset mother-board dan mendownload driver terbaru yang sesuai. Kemudian instalasi pada Windows XP. Dengan update driver, bisa menambah stabilitas dan daya tahan motherboard serta menambah kecepatannya. Sebab, kadang update tersedia untuk memperbaiki bug atau cacat produksi.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>6. Update BIOS</strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Jika Anda trauma mendengar istilah flash BIOS, maka abaikan saja langkah ini. Wajar memang, mengingat langkah ini adalah tip paling menantang dan berbahaya di antara sekian tip-tip lainnya dalam artikel ini. Risikonya, jika saat melakukan langkah ini salah sedikit saja, maka motherboard bisa dipastikan tidak dapat digunakan lagi. Jadi pikir lagi! Apakah Anda sudah siap menerima risiko yang tidak mengenakkan ini? Mengganti motherboard! Keluar uang, lagi. Pekerjaan terganggu, keasyikan bermain games tertunda, dan banyak koleksi musik yang menunggu diputar kembali. Namun sebalik-nya, jika Anda berani menerima tantangan ini dan lolos, maka Anda juga akan memperoleh keuntungan yang sepadan. Bug pada motherboard hilang, lebih banyak hardware yang bisa di-support, dan kinerja yang jauh lebih cepat serta stabil dari PC Anda. Jadi, pikirkan masak-masak dulu! HOW: Jika sudah mantap, saat booting, perhatikan pada bagian atas layar. Di situ tertera identitas BIOS dan revision number komputer Anda. Catat baris ini. Karena waktu pemunculannya yang singkat, mungkin dibutuhkan beberapa kali booting untuk menyalin semua angka dan abjad yang ada. Jika muncul iklan berupa logo produsen motherboard yang Anda gunakan, tekan tombol Esc atau tab. Tergantung pada jenis motherboard Anda. Namun sebenarnya ada cara yang lebih sederhana, tekan tombol Del atau F1 untuk masuk dalam BIOS. Di dalamnya, identitas BIOS sudah tercatat dengan lengkap. Periksa sekali lagi untuk memastikan urutan huruf dan angka secara benar. Setelah disalin, identitas BIOS bisa dicek melalui sebuah situs, yakni situs resmi produsen motherboard Anda. Cari update BIOS terbaru di situs tersebut dan pastikan benar-benar sama dengan BIOS Anda. Biasanya ukurannya tidak lebih besar dari sebuah disket. Jika sudah ketemu, download dan simpan kemudian copy ke dalam sebuah disket. Setelah itu, atur booting dari disket lalu ikuti langkah semi langkah secara teliti. Pastikan tidak ada salah persepsi atau salah mengarti-kan perintah. Satu kesalahan berarti maut bagi mother-board Anda. Sekadar catatan, saat meng-update BIOS, Anda biasanya membutuhkan floppy drive. Suka atau tidak suka, tidak ada jalan lain kecuali memasang floppy drive sebelum menjalankan tip ini. Setelah selesai digunakan, simpan selalu file untuk update BIOS jika dibutuhkan lagi sewaktu-waktu. Lebih baik lagi jika semua driver untuk komputer di-back-up dalam sebuah sebuah CD untuk memudahkan apabila sewaktu-waktu diperlukan.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>7. SiSoft Sandra / Program sejenis </strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Chip komputer bisa diumpamakan seperti kumpulan kacang goreng dalam satu kemasan. Di antara sekian banyak isinya, pasti ada yang terasa pahit atau tidak enak di Lidah. Demikian juga komputer yang jelek. Biasanya, komputer jelek bekerja dengan baik saat pertama digunakan. Namun setelah sekian lama diguna-kan, kinerjanya sedikit demi sedikit kian menurun. Ujung-ujungnya, kita juga yang susah. Sebab harus menyedia-kan waktu luang lebih untuk mengeset dan mengatur ulang konfigurasinya. Mungkin saja harus menyediakan uang lebih untuk menambah komponennya. Itulah sebabnya, saat kali pertama menggunakan komputer baru lebih baik kita uji kemampuan optimalnya. Apakah stabil dan bekerja dengan baik seiring ber-kurangnya usia garansi, atau tidak. Sama persis dengan yang dilakukan oleh para pemilik sepeda motor yang menggeber kendaraannya hingga ke batas maksimal saat kondisinya masih baru. Lebih baik jika kita bisa melihat kekurangannya jauh hari sebelum penyesalan muncul. Bukankah penyesalan kemudian tiada guna? HOW: Gunakan versi free SiSoft Sandra pada CD PC Media edisi ini. Setelah terinstalasi dengan baik, program yang bersumber dari <a href="http://memikatcahaya.com/news/www.sisoftware.net" target="_blank">www.sisoftware.net</a> ini jika dijalankan bisa memberi beberapa pilihan. Di antaranya subsistem mana yang hendak kita tes kemampuan optimalnya. Kemudian Sandra akan memberi beberapa perintah berkelanjutan yang panjang dan berat. Tes ini akan berjalan beberapa jam. Jika PC Anda mampu ber-tahan dalam tes Sandra, maka bisa dikatakan PC tersebut sudah layak untuk digunakan. Begitu andalnya kemampuan benchmark-nya, SiSoft Sandra digunakan oleh kalangan luas sebagai acuan penilaian sebuah komputer, termasuk PC Media. Selain SiSoft Sandra, ada juga beberapa program lain yang sama fungsinya. Namun sampai saat ini, SiSoft Sandra masih yang paling baik dan mudah penggunaannya.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>8. Buat Partisi Khusus untuk Data </strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span>Data, dalam bentuk apapun juga, sangat mahal harga-nya. </span>Naskah skripsi, surat cinta, foto kenangan, dan lain sebagainya tidak akan tergantikan jika sampai hilang. Itulah sebabnya, meletakkan data pada satu area dengan sistem operasi yang kemungkinan mengalami sistem crash atau error lainnya sangat berisiko tinggi. HOW: Idealnya, ada satu partisi khusus dalam harddisk kita yang tidak terganggu oleh sistem operasi, Jika sistem operasinya error, maka data akan tetap ter-selamatkan. Cara membuat partisi cukup mudah. Misalnya, menggunakan FDISK atau saat instalasi Windows XP. Jika Windows XP sudah terinstalasi, gunakan Partition Magic dari PowerQuest. Saat membuat partisi, pastikan ukurannya cukup memadai untuk kebutuhan Anda, baik untuk saat ini atau untuk masa mendatang. Lebih baik lagi jika ada dua buah harrdisk yang berbeda, satu untuk sistem operasi beserta program-program saja dan satunya khusus untuk data. Meskipun melakukan partisi bisa dilakukan pada Windows XP dengan mudah, tidak ada salahnya meng-gunakan salah satu program favorit untuk mempartisi, yakni Partition Magic.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>9. Patch PC</strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Ada tiga jenis update untuk melengkapi instalasi Windows XP. Pertama, biasa disebut dengan critical updates. Update jenis ini digunakan untuk memperbaiki security hole (yang bisa menyebabkan seseorang menyusup dalam PC) dan coding blunders yang menutup kemungkinan semua atau sebagian sistem operasi bentrok atau konflik. Kedua, Windows XP update untuk memperbaiki bug-update komponen Windows dan menambah kinerja sistem operasi. Dan ketiga update driver untuk menambah stabilitas dan daya tahan hardware yang bekerja di bawah Windows. Sayangnya, banyak update yang meminta restart komputer untuk menyelesaikan instalasi. Ini berarti, kita harus masuk Windows beberapa kali untuk menyelesaikan semua instalasi update Windows. HOW: Klik [ Start ] &gt; [ All Programs ] &gt; [ Windows Update ]. Instalasi lebih dahulu update yang paling penting. Kemudian restart komputer dan buka lagi Windows Update untuk update driver yang lainnya. Terakhir, ulangi sekali lagi untuk instalasi tambahan yang lain. Cara yang sedikit bertele-tele ini bisa menjadikan hasil update bekerja maksimal.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong><span>10. Simpan Master Program dalam Satu Lokasi </span></strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span>Tentu Anda pernah mendengar petuah bijak Jangan metetakkan semua telur datam satu keranjang. </span>Namun untuk master program atau program yang belum diinstal, lebih baik disirnpan dalam satu folder. Termasuk di dalamnya, hasil program download, freeware, shareware, driver beserta updatenya, utiliti, dan lain sebagainya. Folder ini akan berfungsi sebagai tool box. Bedanya, jika tool box di mobil berisi berbagai alat perbengkelan, maka folder ini berisi berbagai macam software yang berguna. HOW: Buat sebuah folder baru dan beri nama tool box atau nama lain yang Anda kehendaki. Intinya, bedakan identitasnya dengan folder lain. Kemudian simpan folder ini di tempat yang terpisah dengan file lain. Termasuk terpisah dengan folder default data, yakni My Documents. Lebih baik Lagi folder tool box ini dipisah pada drive yang lain untuk mencegah ikut rusak bersama file system atau data dalam My Documents.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>11. Aktifkan Fitur DMA </strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Hampir semua instalasi Windows XP sudah meletakkan setting DMA (Direct Memory Active) dengan benar. Jika tidak, maka harddisk dan CD-ROM, CD-RW atau DVD-ROM akan menunjukkan performa yang lebih lambat. Sebaliknya, setting DMA yang benar bisa membantu kecepatan transfer data dari dan ke harddisk, CD-ROM, CD-RW, atau DVD-ROM. HOW: Caranya sangat mudah. Pertama, klik kanan My Computer dan pilih Properties. Kemudian klik tab [ Hardware ] &gt; [ Device Manager ]. Pilih IDE/ATAPI controllers. Pada window yang muncul kemudian pilih Primary IDE Channel dan pilih tab Advanced Settings. Pastikan device yang ada diset DMA if Available. Jika masih berada dalam posisi PIO Only, maka geser menu ke bawah hingga ke pilihan DMA if Available. Fitur DMA bisa mempercepat kinerja harddisk, CD-ROM, dan CD RW.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>12. Tweak BIOS</strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Bagi pengguna PC sejati, tweaking BIOS merupakan uji nyali, tantangan, dan sedikit godaan. Susahnya, tidak ada panduan yang sama untuk semua jenis BIOS. Meski berasal dari produsen BIOS yang sama, kadang ada juga beberapa perbedaan cara tweaking-nya. Namun sebenarnya, tweaking BIOS tidak terlalu berbahaya. Selain itu, kecepatan komputer akan bertambah setelah tweaking BIOS. Untuk memastikan bahwa hasil tweaking berjalan sesuai rencana, jalankan komputer beberapa jam setelah metakukan satu langkah perubahan setting untuk melihat perbedaan dari setting sebelumnya. Jika kita menjalankan komputer saat semua setting sudah kita ubah, maka kita tidak akan pernah tahu perubahan setting mana yang berpengaruh terhadap kinerja komputer. HOW: Kebanyakan BIOS akan muncul saat kita menekan tombol F1, F2, atau Del saat booting. Jika saat booting muncul logo produsen motherboard, reset dulu komputer. Tekan dan tahan beberapa saat tombol Esc. Jika tepat, maka iklan ini tidak muncul dan BIOS bisa diakses. Kebanyakan menu untuk tweaking ada di bawah menu Advanced Chipset Features. Secara umum, mengubah value bisa menggunakan tombol Page Up atau Page Down atau mungkin juga menekan Enter dan memilih value yang diinginkan. Kemudian klik Exit dan Save serta Enter atau tekan F10. Inilah empat fitur yang bisa dikerjakan:</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 18pt;">1. <span> </span>System BIOS Cacheable: Ubah ke posisi Disabled. Jika System BIOS Cacheable diset Enabled, maka setting ini akan disimpan di cache L2.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 18pt;">2. <span> </span>Video BIOS Cacheable: Ubah ke posisi Disabled. Setting ini, seperti halnya setting pada System BIOS Cacheable, akan mempengaruhi space yang ada di cache L2 karena setting video BIOS akan disimpan di sana. Secara umum, terdapat beberapa performa yang kecepatannya bisa meningkat seiring jumlah space kosong pada cache L2.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 18pt;">3. <span> </span>Video RAM Cacheable: Ubah ke posisi Disabled. Setting ini juga akan memakan space pada cache L2. Dengan mengubah ke Disabled, maka space pada cache L2 bisa dihemat.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 18pt;">4. <span> </span>AGP Aperture Size: Ubah ke 128MB. Opsi ini mengalokasikan sebuah range memori yang bisa digunakan untuk mempercepat penyimpanan tekstur pada port grafik. Bisa berupa map data atau vertex data pada gomes. Dulu, banyak kalangan yang mengeset opsi ini dengan rumus satu setengah kali lipat dari sistem memory. Perhitungan seperti ini sudah tidak layak lagi digunakan. Bayangkan saja jika memory dalam komputer sudah mencapai 256MB hingga 1GB. Idealnya, sekali lagi, settingnya adalah 128MB.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 18pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>13. Buat Sebuah Swap File Statis</strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Kadang PC kita mengalami kesulitan yang muncul karena memory penuh. Salah satu penyebabnya adalah pengaturan swap file. Misalnya kita membuka 20 file gambar high resolution pada komputer dengan memory 256MB, maka komputer secara otomatis akan membuat sebuah file data temporary yang dikenal dengan sebutan swap file. Meski file virtual memory ini berfungsi sama seperti system memory, namun jauh lebih lambat. Swap file disimpan di dalam harddisk. Swap file bisa diubah ukurannya sesuai kebutuhan. Apalagi jika harddisk yang kita gunakan berukuran kecil. Namun jika harddisk Anda berukuran 100GB, langkah ini tidak terlalu penting. Sebab, swap file hanya memakan space beberapa megabyte saja. Dengan mengubah ukuran swap file pada nilai yang konstan, maka kita bisa melakukan penghematan ruang pada harddisk. Lakukan langkah ini sesegera mungkin. ASAP. As soon as possible! HOW: Pertama, buka System Properties. Cara singkatnya, tekan tombol Windows dan Pause/Break. Klik tab Advanced kemudian klik tombol Performance Setting. Pada window baru yang muncul, klik tab Advanced lalu klik juga tombol Change. Untuk membuat sebuah swap file, pilih Custom size dan isilah jumlah yang sama pada kedua kolom Initial size dan Maximum size. Jika pada PC Anda terdapat RAM lebih dari 1GB, jumlah swap file ideamya 1,5 kali lipat dari total RAM. Jika RAM Anda sejumlah 256MB hingga 1GB, swap file jumlahnya 2 kali lipat RAM. Kalau Anda hanya memiliki RAM kurang dari 256MB, biarkan Windows yang mengatur ukuran swap file untuk Anda.Setelah membuat swap file, PC harus di-defragment. Gunakan program defragmenter yang terbaik. Misalnya, Diskeeper dari <a href="http://memikatcahaya.com/news/www.%20executive.com" target="_blank">www. executive.com</a>.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>14. Uninstall yang tidak Digunakan</strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Tanpa kita sadari, komputer akan bekerja semakin lambat seiring dengan banyaknya aplikasi atau program yang telah terinstalasi pada komputer kita. Misalnya, servis online, utiliti kadaluarsa, dan lain sebagainya. Apalagi program yang bekerja secara background. Sulit diketahui, tetapi memakan memory yang tidak sedikit. HOW: Buka Add/ Remove Program pada Control Panel. Perhatikan daftar program yang ada. Pilih dan uninstall program-program yang sudah tidak digunakan lagi. Misalnya, sudah menginstalasi ACDSee sebagai viewer image, maka tentu Anda tidak membutuhkan lagi viewer lain. Kemudian klik Add/Remove Windows Components. Jika tidak yakin dengan fungsinya, jangan diubah. Sebab, bisa jadi program yang meragukan tersebut dibutuhkan oleh Windows supaya bisa berjalan normal. Langkah ini bisa diulangi sewaktu-waktu.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>15. Matikan Program pada Background</strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Meskipun sudah di-uninstall, beberapa program masih memungkinkan untuk berjalan dan aktif pada background. Dan tentu saja, hal ini merugikan karena memory akan tetap digunakan oleh program yang kita tidak inginkan. HOW: Klik [ Start ] &gt; [ Run ] dan ketik msconfig kemudian klik OK atau tekan Enter. Klik tab Startup. Pada tab ini, akan tampak sebuah list yang berisi semua program yang berjalan pada background sejak awal Windows berjalan. Hilangkan tanda centang pada program-program yang tidak diinginkan. Setelah semua selesai, kemudian restart, komputer supaya perubahan setting-nya bisa berjalan. Sayangnya, nama-nama dalam msconfig susah dipahami karena nama-nama tersebut masih menggunakan nama program aslinya, yang kadang berupa singkatan saja. Bukan nama program seperti pada Start Menu. Untuk memahami nama-nama ini, gunakan bantuan dari situs pacs-portal. Situ ini menyediakan database berisi nama-nama program pada startup beserta deskripsinya masing-masing. Meski tampilannya tidak serius, namun isi situs ini bisa diandalkan.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>16. Atur Program Default </strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span>Saat membuka sebuah data atau file, maka Windows otomatis akan menentukan program apa yang diguna-kan. </span>Misalnya, file berekstensi .html akan dibuka dengan Internet Explorer. User juga bisa menentukan program lain sebagai default, misalnya Mozilla. Sebab, tidak semua user merasa cocok menggunakan aplikasi yang sudah diatur secara default oleh Windows. HOW: Misalnya, Anda menggunakan Mozilla sebagai browser default. Pertama, masuk ke Mozilla dan setting-lah sebagai default browser. Kemudian masuk ke Add/Remove Programs di Control Panel. Pilih Set Program Acces and Default. Klik tombol Custom. Meski sederhana, tombol ini bisa memandu user Windows XP memilih satu per satu program yang digunakan untuk berbagai aplikasi. Misalnya menentukan program default untuk e-mail, browser, media playback, dan Java. Tidak perlu khawatir dengan perubahan program default ini. Sebab Jika program non-default Windows sudah di-uninstall, maka program default akan kembali berjalan seperti sedia kala.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>17. Instalasi Utiliti Dasar</strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span>Setelah sistem operasi terinstalasi, lanjutkan dengan instalasi utiliti yang paling sering digunakan. </span>Sedapat mungkin gunakan freeware atau shareware untuk menghemat biaya dan kenyamanan menggunakan program secara legal. Sebagai contoh, berikut ini beberapa program yang digunakan kebanyakan user:</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="text-decoration:underline;">ACDSee</span>. Sebuah viewer praktis dan mudah digunakan. <a href="http://memikatcahaya.com/news/www.acdsystem.com" target="_blank">www.acdsystem.com</a>.<br />
<span style="text-decoration:underline;">WinZip</span>. Utiliti untuk mengompresi beberapa file sekaligus pengekstraknya. <a href="http://memikatcahaya.com/news/www.winzip.com" target="_blank">www.winzip.com</a>.<br />
<span style="text-decoration:underline;">ZoneAlarm</span>. Hanya versi gratis, namun memiliki banyak perlindungan dengan firewall yang andal. <a href="http://memikatcahaya.com/news/www.zonelabs.com" target="_blank">www.zonelabs.com</a>.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="text-decoration:underline;">Norton AntiVirus</span>. Tidak banyak yang bisa dikatakan tentang virus.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span>Hanya ada satu kata: Basmi! </span><a href="http://memikatcahaya.com/news/www.symantec.com" target="_blank">www.symantec.com</a>.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="text-decoration:underline;">Ad-Aware</span>, Sebuah utiliti gratis untuk mendeteksi kehadiran penyusup yang bisa di-update secara rutin. <a href="http://memikatcahaya.com/news/www.lavasoft.com" target="_blank">www.lavasoft.com</a>.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="text-decoration:underline;">Pop-Up Stopper</span>. Software ini mencegah munculnya pop up yang membuka sendiri. <a href="http://memikatcahaya.com/news/www.popupstopper.com" target="_blank">www.popupstopper.com</a>.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong> </strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>18. Manfaatkan Space Sisa</strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Banyak setting default dalam Windows XP yang tidak layak lagi digunakan saat ini. Salah satunya adalah kapasitas Recycle Bin sebesar 10% dari total harddisk. Jika kita menggunakan harddisk sebesar 1GB, misalnya, maka akan terdapat space khusus untuk Recycle Bin sebesar 100MB. Padahal, harddisk saat ini banyak yang berukuran hingga 120GB. Bayangkan saja, 1,2GB hanya untuk penyediaan ruang bagi tempat sampah. HOW: Sangat mudah mengatur kapasitas Recycle Bin. Cukup klik kanan ikon Recycle Bin dan pilih Properties. Kemudian ubah ukuran kapasitasnya sesuai kebutuhan, 1 hingga 2% sudah cukup banyak, tergantung pada ukuran harddisk yang Anda miliki. Kemudian, buka System Properties dengan menekan tombol Windows dan Pause/Break pada saat bersamaan. Buka tab System Restore untuk mengubah setting. Langkah berikutnya yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan sebanyak mungkin kapasitas maksimal harddisk adalah dengan menyesuaikan setting pada cache pada browser Internet Explorer. Caranya, buka internet Explorer klik [ Tool ] &gt; [ Option ]. Buka tab General dan klik tombol Setting di bawah Temporary Internet Files. Kemudian ubahlah setting-nya dengan menggeser tanda penunjuk yang ada. Berdasarkan perhitungan karni, 200MB sudah lebih dari cukup bagi kebanyakan pengguna PC untuk menampung cache-nya.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Jangan lupa untuk membersihkan cache dan Recycle Bin secara periodik untuk menghindari penimbunan sekian banyak file yang sudah tidak dibutuhkan lagi di komputer kita. Gunakan fasilitas Disk Cleanup dari Windows XP. Sedikit trik. Jika Anda yakin hendak membuang file secara permanen tanpa melaui Recycle Bin, tekan dan tahan tombol Shift bersamaan dengan tombol Del. Dengan cara ini, file akan langsung terbuang tanpa bisa dikembalikan lagi melalui menu Restore di Recycle bin. Tentu saja, trik ini hanya berlaku bila file yang hendak dibuang sudah dipastikan tidak akan digunakan lagi.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>19. Atur Start Menu</strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Dengan banyaknya program yang Anda butuhkan ditambah beragam utiliti, freeware dan shareware, maka Start Menu menjadi panjang. Akibat Start Menu yang panjang, kita sulit menemukan shortcut yang tepat untuk program yang kita inginkan. Selain itu, besar kemungkinan terjadi salah klik. Cara untuk menangani-nya adalah dengan membagi kategori dalam Start Menu menjadi lebih simpel dan teroganisasi. Misalnya, Winamp, Windows Media Player, MusicMatch, dan audio player lainnya dijadikan satu dalam folder Entertainment. Demikian juga untuk bermacam-macam games dalam satu folder, aplikasi office, dan lain-lain ke dalam folder yang paling sesuai sehingga Start Menu tampil lebih simpel dan menarik. HOW: Klik kanan tombol Start dan pilih Explore. Kemudian, klik kanan lagi tombol Start dan pilih Explore All Users. Window pertama berisi shortcut yang sesuai dengan user account Anda. Sedangkan, window kedua berisi semua shortcut yang bisa diakses semua user. Jika ada shortcut yang Anda sembunyikan, pastikan tidak diletakkan di windows untuk semua user. Mengatur Start Menu dari window ini sama halnya seperti mengatur direktori folder di Windows Explorer. Atur semua shortcut sesuai keinginan Anda. Bisa dijadikan dalam satu folder, diganti namanya, atau bahkan dihapus. Lebih baik lagi jika Anda hanya menyisakan shortcut aplikasi saja. Shortcut ke help files, uninstall, atau ke sample file bisa dihilangkan. Selain menghindari salah klik, menu help dan sample yang jarang dibuka bisa diakses dari Windows Explorer. Sedangkan uninstall bisa dilakukan melalui Control Panel.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>20. Atur Struktur File dan Folder </strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Saat hari pertama komputer digunakan, lebih baik struktur folder segera diatur. Pengaturan ini malah lebih baik dilakukan sebelum komputer mulai digunakan untuk mengolah data, bermain games, atau pekerjaan lainnya. Dengan struktur folder yang teratur, komputer akan berjalan lebih lancar. HOW: Siapkan masing-masing folder untuk data yang berbeda tipikalnya. Bedakan folder penyimpanan berdasarkan jenis file-nya. Misalnya, ada folder Song untuk penyimpanan file MP3, wav, atau MP4. Kemudian folder Data untuk file-file berekstensi rich tech format (rtf), spreadsheet (xls), document (doc) dan lembar kerja lainnya. Tentu saja, pembagian folder bisa disesuaikan dengan keinginan Anda.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span>Namun, pembagiannya harus tetap berdasarkan jenis filenya. </span>Setelah selesai, jangan lupa untuk mem-back-up semua data secara periodik.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>21. Update Firmware</strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Dengan meng-update firmware, maka kita serasa menggunakan hardware baru tanpa membeli barang baru sama sekali. Firmware sendiri jika diartikan secara sederhana adalah software device controller yang ada dalam chip di board hardware yang bersangkutan. Misalnya pada CD atau DVD-ROM, CD atau DVD-RW, maupun pada kamera digital. Dengan meng-update firmware, maka kinerja hardware akan semakin meningkat, bug bisa diperbaiki, bahkan mungkin saja ada fitur baru yang bisa digunakan. Update firmware bisa diperoleh dari situs resmi produsen hardware-nya. HOW: Update firmware biasanya disebut dengan flashing. Masing-masing produsen hardware memiliki cara flashing yang berbeda satu sama lain, yang perlu diperhatikan adalah risikonya. Meskipun flashing tidak terlalu rumit, namun sedikit kesalahan pada proses flashing bisa menyebabkan hardware menjadi rusak. Karena itu, ikuti petunjuk flashing dengan saksama dan hati-hati. Jangan pernah di-skip langkah yang ada dan jangan pernah mematikan komputer saat proses flashing berlangsung.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>22. Atur Setting Auto Play</strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Windows XP memiliki banyak fitur yang diciptakan untuk memberi kenyamanan. Sayangnya, kadang kenyaman-annya berlebihan sehingga terasa merepotkan. Misalnya, pada fitur AutoPlay. Fitur ini didptakan untuk memberi pilihan action oleh Windows XP saat mendeteksi sebuah CD saat dimasukkan ke dalam drive. Jika kita sering menggunakan CD yang berbeda-beda, tampilan AutoPlay cukup mengganggu. Apalagi jika CD yang kita masukkan berisi bermacam-macam jenis data. Mulai musik, hingga back-up data. HOW: Buka Windows Explorer, klik kanan optical drive (CD-ROM atau CD-RW). Pilih Properties dan klik tab Auto-Play. Pilih action yang Anda inginkan dan klik tombol OK. Ulangi untuk masing-masing content type yang berbeda.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>23. Seleksi Service Windows</strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Windows XP memiliki ratusan komponen tidak tampak di desktop yang disebut service atau bekerja secara background. Service ini membantu fungsi sistem operasi. Sama halnya dengan port USB, slot PCI, dan kartu suara onboard yang membantu fungsi pada motherboard Anda. HOW: Klik [ Start ] &gt; [ Run ] dan ketikkan services.msc. Dibandingkan dengan msconfig, menu ini lebih aman. Sebab, komponen yang dibutuhkan Windows untuk booting tidak akan terhapus dari menu services ini. Sebab fitur ini dilengkapi informasi setiap service. Hanya dengan klik kanan serta memilih Properties pada masing-masing service, maka kita bisa mengeset jalannya sebuah aplikasi. Misalnya, menonaktifkan atau me-restart. Perubahan setting berlaku setelah komputer di-restart. Jalankan komputer setelah menghapus service yang sekiranya tidak dibutuhkan. Hal ini untuk membuktlkan bahwa service yang dihilangkan tidak mengganggu kinerja komputer.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>24. Konfigurasikan Aplikasi Secara Spesifik</strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Langkah ini adalah bagian yang sedikit mengesalkan. Sebab, setiap aplikasi atau program yang telah terinstalasi harus dibenahi satu per satu. Misalnya, default folder penyimpanan, tampilan, dan preferences. Tapi, hal ini harus dilakukan sesegera mungkin setelah semua sistem terinstalasi dan sebelum harddisk di-image sebagai back-up. Jika terjadi sesuatu pada komputer yang menyebabkan kerusakan program, maka setelah di-image kembali dengan back-up, kita tidak perlu mengulangi lagi mengatur konfigurasi program. HOW: Kebanyakan program, konfigurasi dasarnya bisa ditemukan di bawah menu File atau Edit. Kadang, beberapa aplikasi meletakkannya di bawah menu Tools atau Option. Ubahlah sesuai standar yang Anda inginkan. Pada Microsot Word, konfigurasi bisa dilakukan dalam satu langkah di menu Option.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>25. Gunakan Koneksi Dial-up Sebagai Back-up </strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Jika Anda adalah pengguna koneksi broadband, jangan buang modem Anda. Selain sayang dan mubazir, modem lama bisa digunakan sebagai alternatif koneksi saat broadband Anda down. HOW: Daftarkan diri Anda pada ISP (Internet Service Provider) untuk koneksi dial-up sebagai cadangan. Sebab, tidak semua penyedia koneksi broadband memberi servis koneksi dial-up gratis kepada pelanggannya. Toh, paling hanya download e-mail. TelkomNet memiliki akses 080989999 yang bisa diakses dari mana saja dan kapan saja, tanpa registrasi tanpa abonemen. CBN juga memiliki hal yang sama, namun pelanggan harus registrasi dulu dan membayar abonemen. Bandingkan fasilitas tiap ISP sebelum menentukan menjadi pelanggan. Yang harus diperhati-kan adalah kecepatan, jumlah pelanggan, layanan technical support, dan jumlah nomer dial-up yang disediakan. Adanya technical support 24 jam juga bisa menjadi jaminan kualitas ISP. Tidak ada salahnya meminta rekomendasi dari teman yang sudah menjadi pelanggan salah satu ISP.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>26. Atur Explorer dan Folder View</strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Beberapa user mengeluh karena saat membuka Windows Explorer untuk menginstalasi sebuah aplikasi baru, yang diklik justru bukan setup.exe, namun keliru setup.ico. Hal ini bisa dimaklumi sebab setting Windows-nya belum diatur untuk menunjukkan ekstensi file yang ada. Jadi, konfigurasi tampilan harus diatur lebih dahulu untuk menghindari kekeliruan dan memudahkan pengaturan file lebih lanjut. HOW: Buka Control Panel dan pilih Folder Option. Pilih tab View dan ubah tanda centang pada opsi â€œDo not show hidden files and folders menjadi â€œShow hidden files and folders. Jika Anda tidak bisa membedakan file yang tidak dan dibutuhkan Windows, maka beri tanda centang pada opsi Hide protected operating system files (Recommended). Dengan beberapa perubahan setting ini, maka semua file dan folder akan terlihat di Windows Explorer. Kecuali file yang dibutuhkan oleh Windows tetap akan terproteksi untuk mencegah terhapus atau pindah lokasi. Kemudian bukalah satu folder. Bisa folder apa saja. Atur semua tampilannya, apakah detail, list, atau targe atau smalt icons. Jika Anda memilih detail, maka deskripsi file akan muncul. Deskripsi ini bisa diubah sesuai keinginan Anda dengan memilih Choose Details pada menu yang sama. Setelah semua setting sudah disesuaikan dengan keinginan, buka [ Tools ] &gt; [ Folder Option ] dan pilih tab View kemudian tombol Apply to All Folders. Kemudian klik OK. Maka, semua folder di komputer Anda akan menyesuaikan setting tampilannya sama dengan folder yang Anda atur pertama tadi.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>27. Optimalkan Quick Launch </strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Toolbar Quick Launch bisa dioptimalkan sebagai penghemat waktu, Lebih dari sekadar penyimpan shortcut aplikasi favorit saja. Jika ada program yang bekerja secara background yang Anda butuhkan, simpanlah shortcut-nya pada Quick Launch. Jadi, Anda bisa tetap menjalankannya tidak terus menerus. Hanya di saat dibutuhkan saja, demi penghematan kapasitas memory. HOW: Klik kanan area kosong pada Taskbar dan klik Quick Launch. Maka, di beberapa bagian taskbar akan berisi menu Quick Launch. Ini berarti Quick Launch sudah aktif dan siap diisi dengan beragam keperluan kita. Beberapa shortcut yang lazim digunakan bisa segera dipasang, seperti Internet Explorer, Outlook Express, game favorit, atau bahkan shortcut ke file data. Untuk mencegah Quick Launch hilang karena salah klik atau akibat kecerobohan lainnya, aktifkan penguncian taskbar. Caranya, klik kanan pada area kosong di taskbar dan klik Lock the Taskbar.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>28. Bersihkan Reminder </strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Setelah menginstalasi Windows XP, kali pertama komputer akan berjalan dengan diwarnai banyak pemunculan reminder. Mulai Activate Windows, Windows Messenger, dan Windows Tour. Jika Anda skip, Windows XP akan tetap memunculkan pesan-pesan ini. Tentu saja hal ini cukup menjengkelkan. Jadi, jangan tunda lagi! Segera bersihkan reminder yang cukup mengganggu ini. HOW: Sayangnya, tidak ada cara lain untuk menonaktif-kan munculnya pesan-pesan seperti ini. Jadi, kita harus mengikuti setiap langkah demi langkah yang diminta Windows XP, hingga pesan tidak muncul lagi. Pastikan untuk menyelesaikan setiap langkahnya sebelurn masuk ke reminder lainnya. Dan pastikan juga semua reminder tidak akan muncul lagi. Jika tidak, setiap kali kita mengaktifkan back-up dari file image yang kita buat, maka pesan akan tetap dan terus muncul. Beberapa program seperti Yahoo! Messenger tidak menggunakan reminder, tetapi kadang langsung minta login. Hilangkan tanda centang pada opsi Automatically login supaya hal ini tidak terulang lagi. Lakukan hal ini pada beberapa messenger lainnya. Biasanya program yang meminta login otomatis seperti ini terdapat di systray.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>29. Hemat Tampilan GUI </strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Tampilan interface Windows XPsangat menarik, karena memUiki banyak visual efek. Sayangnya, tampilan seperti ini mengurangi performs komputer. Memang tidak banyak yang dikurangi dari keseluruhan performa komputer, namun sebuah pengurangan pasti ber-dampak. HOW: Klik kanan My Computer dan pilih Properties. Klik tab Advanced dan klik tombol Setting di bawah menu Performance. Pada jendela yang terbuka kemudian, semua user interface Windows XP bisa dinonaktifkan. Setting ini jauh lebih lengkap daripada fitur display di Control Panel. Ada beberapa opsi untuk setting ini. Opsi yang disebut Best Appearance akan mengaktifkan semua pilihan dan â€œBest Performance menonaktifkan semuanya. Jika hanya beberapa opsi yang dibutuhkan, pilih Custom.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>30. Aktifkan Fitur Perawatan</strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Setelah komputer disiapkan untuk menjalani kerja keras dengan 30 langkah di atas, langkah terakhir adalah rnelakukan perawatan pada komputer supaya tetap lancar dan nyaman digunakan. HOW: Windows XP memiliki utiliti yang bernama System Information untuk menampilkan informasi tentang konfigurasi sistem pada komputer lokal dan remote. Untuk menjalankan System Information, klik [ Start ] &gt; [ All Programs ] &gt; [Accessories ] &gt; [ System Tools ] &gt; [System Information]. Pada utiliti ini, terdapat beberapa fitur untuk perawatan berkala pada komputer. Misalnya, Network Diagnostic, System Restore, File Signature Verification, DirectX Diagnostic, dan Dr. Watson. Jika Anda berminat, bisa juga menggunakan Norton SystemWorks 2002 Professional Edition. Program ini memiliki banyak utiliti dengan beragam fitur andal. Termasuk utiliti untuk menemukan sekaligus menangani problem dari sistem operasi, software maupun hardware. Misalnya, WinDoctor, Speed Disk, dan DiskDoctor.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>31. Buat Image</strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span>Anda tentunya sering melakukan tweaking pada komputer. </span>Bukan itu saja, beragam program coba anda jalankan. Tidak cocok? uninstall lagi. Bermain-main dengan regedit adalah hal yang lumrah. Resikonya, komputer kadang tidak bisa berjalan normal. Sering terjadi konflik antar-driver, antarprogram, atau bahkan sistem operasi sama sekali tidak bisa digunakan. Untuk mengatasinya, bisa saja menggunakan System Restore yang sudah disiapkan oleh Windows XP. Namun, karena sudah ratusan driver yang berseliweran dan kadang menetap dalam sistem operasi. Belum termasuk puluhan aplikasi yang tidak jadi digunakan. Semuanya sudah bercampur dalam satu susunan yang tidak beraturan. Maka, lebih baik dan tebih mudah adalah menginstalasi Windows XP. Tentu saja cara ini cukup merepotkan, menyita banyak waktu dan membosankan. Ada tip sederhana yang sangat ideal dijalankan pada PC, yakni menggunakan image. Cara kerjanya sederhana, dengan program tertentu, kami meng-image keseluruhan harddisk kami dalam sebuah file. Jika suatu saat PC anda error, anda tinggal mengaktifkan kembali image tadi. Dalam waktu singkat, kurang dari 10 menit, komputer akan berjalan seperti biasa. Hampir seperti harddisk baru. Tentu saja, lama tidaknya proses image tergantung pada isi harddisk dan spesifikasi komputer yang digunakan. HOW: Yang Anda butuhkan untuk menjalankan langkah ini adalah program PowerQuest Drive Image 2002, Norton Ghost, atau Acronis True Image. Ketiga utiliti ini melakukan fungsi yang pada dasarnya sama. Ketiganya membuat image file yang persis sama dengan isi harddisk secara keseluruhan, termasuk struktur direktori, konfigurasi Windows, dan semua hal di dalamnya. Namun bukan dalam bentuk yang sama, melainkan hanya berupa satu file saja atau yang biasa disebut image file. Image file ini bisa disimpan di CD atau di harddisk lain. Jika suatu saat Anda membutuhkan konfigurasi cadangan ini, maka tinggal jalankan saja salah satu program di atas dan aktifkan image file melalui program image yang sudah ada. Image file akan diekstrak menjadi susunan seperti semula. Kemudian seusai restart, harddisk akan kembali dalam susunan seperti sedia kala. Seperti tidak ada perubahan apapun juga. Hati-hati saat menjalankan atau membuat file image ini, terutama yang berkaitan dengan listrik. Pastikan aliran listrik ke komputer tidak mati saat proses masih berlangsung. Jangan lupa juga untuk mematikan semua program lain yang masih berjalan saat menjalankan image.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span class="style123"><strong>Mempercepat Proses Shutdown</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span class="style1171">Pada Windows XP, ketika Anda melakukan shutdown maka pertama-tama sistem akan mematikan semua service yang aktif. Beberapa service yang tidak dapat langsung dimatikan akan diberi kesempatan untuk menghentikan sendiri prosesnya sebelum Windows memutuskan untuk menghentikannya. Waktu yang digunakan oleh Windows untuk menunggu ini disebut Timeout tersimpan pada System Registry dan dapat diubah agar Windows lebih cepat mematikan service yang bandel. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<span class="style1171">Langkah-langkahnya:</span><br />
<span class="style1171">1. Klik Run dari Start Menu, lalu ketik: regedit (tanpa tanda kutip)</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span class="style1171">2. Cari key: HKEY_LOCAL_MACHINE&gt;SYSTEM&gt;Current ControlSet&gt;Control</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span class="style1171">3. Klik folder Control</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span class="style1171">4. Pilih WaitToKillServiceTimeout</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span class="style1171">5. Klik kanan pada key tersebut lalu pilih Modify</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span class="style1171">6. Masukkan nilai yang lebih kecil dari 2000 (saya selalu mengaturnya pada angka 200)</span><br />
<span class="style1171">7. Keluar dari Registry Editor dan Restart komputer Anda</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong>Mengubah Teks Tombol Start Win XP </strong></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Tombol START bisa diubah, tentu Anda sudah tahu. Tapi pada Win XP teks pada tombol ini hanya bisa diganti sepanjang huruf yang digunakan tidak lebih dari 5 huruf. <span>Ok, kita akan mencoba mengubah teks tombol START menjadi PencetGueDong.</span></p>
<p class="style117" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Memodifikasi File explorer.exe. Kita modifikasi file explorer.exe yang terdapat di C:&gt;Windows. Karena explorer.exe merupakan file binary, kita perlu sebuah editor. Kali ini kita pakai Resource Hacker, yang salah satu fungsinya untuk memodifikasi file binary. Bila Anda belum memiliki binary editor lain Anda bisa dapatkan Resource Hacker di <a href="http://www.users.on.net/johnson/resourcehacker" target="_blank">http://www.users.on.net/johnson/resourcehacker</a>.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Back up file explorer.exe kemudian jalankan Resource Hacker dan buka explorer.exe. Pilih [String Table] lalu klik ganda untuk melihat isi String Table. Klik ganda lagi pada 37 dan klik satu kali pada 1033. Yang akan kita modifikasi adalah item 578, di sana tertulis start yang merupakan teks pada tombol [Start].</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span>Ganti kata start sesuai yang Anda kehendaki tapi pastikan tanda kutip tidak hilang. </span>Pastikan pula Anda tidak menggunakan spasi. Kemudian simpan dengan nama explorer[nama].exe di direktori C:&gt;Windows. Di sini saya menggunakan nama PencetGueDong, maka file tersebut harus disimpan dengan nama explorerpencetguedong.exe.</p>
<p class="style117" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Memodifikasi Registry. Setelah menyimpan perubahan di atas Anda bisa keluar dari Resource Hacker. Langkah berikutnya adalah memodifikasi registry. Klik [Start] kemudian [Run], ketikkan regedit dan tekan [Enter]. Selanjutnya masuk ke HKEY_LOCAL_MACHINE SOFTWARE&gt; Microsoft Windows NT&gt; CurrentVersion&gt; Winlogon. Cari string bernama Shell kemudian klik ganda dan ganti value data-nya dengan nama yang tadi Anda simpan. Akhiri dengan klik [OK] dan keluar dari Registry Editor. Untuk melihat hasilnya restart komputer Anda.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jaswadi11.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jaswadi11.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaswadi11.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaswadi11.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaswadi11.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaswadi11.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaswadi11.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaswadi11.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaswadi11.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaswadi11.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaswadi11.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaswadi11.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaswadi11.wordpress.com&blog=3580317&post=31&subd=jaswadi11&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/05/20/optmalisasi-pc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62779d3a58dcb3244a48cfb2b8442c7b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jaswadi11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SISTEM KOMPUTER</title>
		<link>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/05/07/sistem-komputer/</link>
		<comments>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/05/07/sistem-komputer/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 05:07:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jaswadi Marabahan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hardware]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaswadi11.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[1. SISTEM KOMPUTER
Supaya komputer dapat digunakan untuk mengolah data, maka harus berbentuk suatu sistem yang disebut dengan sistem komputer. Secara umum, sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut. 
Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data untuk menghasilkan informasi sehingga perlu didukung oleh elemen-elemen [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaswadi11.wordpress.com&blog=3580317&post=29&subd=jaswadi11&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span style="color:black;">1.<span> </span>SISTEM KOMPUTER</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:black;">Supaya komputer dapat digunakan untuk mengolah data, maka harus berbentuk suatu sistem yang disebut dengan sistem komputer. Secara umum, sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:black;">Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data untuk menghasilkan informasi sehingga perlu didukung oleh elemen-elemen yang terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan brainware. Perangkat keras adalah peralatan komputer itu sendiri, perangkat lunak adalah program yang berisi perintah-perintah untuk melakukan proses tertentu, dan brainware adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer. </span></p>
<p><span id="more-29"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:black;">Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan. Perangkat keras tanpa perangkat lunak tidak akan berarti apa-apa, hanya berupa benda mati. Kedua perangkat keras dan lunak juga tidak dapat berfungsi jika tidak ada manusia yang mengoperasikannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span style="color:black;">2.<span> </span>STRUKTUR dan FUNGSI KOMPUTER</span></strong></p>
<p><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;"> Struktur komputer didefinisikan sebagai cara-cara dari tiap komponen saling terkait. </span><span style="font-size:12pt;">Cara kerja sebuah komputer dapat dideskripsikan secara sederhana dengan diagram blok sebagai berikut :</span></p>
<p><a href="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/05/pict01.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-30" src="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/05/pict01.jpg?w=326&#038;h=138" alt="" width="326" height="138" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:12pt;">Gb.1 Diagram Blok Komputer</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:black;"><span>1.<span> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="color:black;">Input Device (Alat Masukan) </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;">Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data atau perintah ke dalam computer.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:black;"><span>2.<span> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="color:black;">Output Device (Alat Keluaran) </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;">Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa <strong>hard-copy </strong>(ke kertas), <strong>soft-copy </strong>(ke monitor), ataupun berupa suara. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:black;"><span>3.<span> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="color:black;">I/O Ports </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;">Bagian ini digunakan untuk menerima ataupun mengirim data ke luar sistem. Peralatan input dan output di atas terhubung melalui port ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:black;"><span>4.<span> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="color:black;">CPU (Central Processing Unit) </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;">CPU merupakan otak sistem komputer, dan memiliki dua bagian fungsi operasional, yaitu: ALU (Arithmetical Logical Unit) sebagai pusat pengolah data, dan CU (Control Unit) sebagai pengontrol kerja komputer. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:black;"><span>5.<span> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="color:black;">Memori </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;">Memori terbagi menjadi dua bagian yaitu memori internal dan memori eksternal. Memori internal berupa RAM (Random Access Memory) yang berfungsi untuk menyimpan program yang kita olah untuk sementara waktu, dan ROM (Read Only Memory) yaitu memori yang haya bisa dibaca dan berguna sebagai penyedia informasi pada saat komputer pertama kali dinyalakan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:black;"><span>6.<span> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="color:black;">Data Bus </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;">Adalah jalur-jalur perpindahan data antar modul dalam sistem komputer. Karena pada suatu saat tertentu masing-masing saluran hanya dapat membawa 1 bit data, maka jumlah saluran menentukan jumlah bit yang dapat ditransfer pada suatu saat. Lebar data bus ini menentukan kinerja sistem secara keseluruhan. Sifatnya bidirectional, artinya CPU dapat membaca dan menirma data melalui data bus ini. Data bus biasanya terdiri atas 8, 16, 32, atau 64 jalur paralel. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:black;"><span>7.<span> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="color:black;">Address Bus </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;">Digunakan untuk menandakan lokasi sumber ataupun tujuan pada proses transfer data. Pada jalur ini, CPU akan mengirimkan alamat memori yang akan ditulis atau dibaca.Address bus biasanya terdiri atas 16, 20, 24, atau 32 jalur paralel. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:black;"><span>8.<span> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="color:black;">Control Bus </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;">Control Bus digunakan untuk mengontrol penggunaan serta akses ke Data Bus dan Address Bus. Terdiri atas 4 samapai 10 jalur paralel. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jaswadi11.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jaswadi11.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaswadi11.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaswadi11.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaswadi11.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaswadi11.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaswadi11.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaswadi11.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaswadi11.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaswadi11.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaswadi11.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaswadi11.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaswadi11.wordpress.com&blog=3580317&post=29&subd=jaswadi11&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/05/07/sistem-komputer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62779d3a58dcb3244a48cfb2b8442c7b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jaswadi11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/05/pict01.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dasar-Dasar LAN</title>
		<link>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/05/02/dasar-dasar-lan/</link>
		<comments>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/05/02/dasar-dasar-lan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 07:04:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jaswadi Marabahan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaswadi11.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[1. Sejarah Jaringan

Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard  University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaswadi11.wordpress.com&blog=3580317&post=27&subd=jaswadi11&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2>1. Sejarah Jaringan</h2>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:black;">Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard  University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (<em>Batch Processing</em>), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian.</span></p>
<p><span id="more-27"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:black;">Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. (Lihat Gambar 1.) Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (<em>Time Sharing System</em>), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:black;">Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (<em>Distributed Processing</em>). Seperti pada Gambar 2., dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dala proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:black;">Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (<em>Peer to Peer System</em>) saja tanpa melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa WAN. </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jaswadi11.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jaswadi11.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaswadi11.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaswadi11.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaswadi11.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaswadi11.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaswadi11.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaswadi11.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaswadi11.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaswadi11.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaswadi11.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaswadi11.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaswadi11.wordpress.com&blog=3580317&post=27&subd=jaswadi11&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/05/02/dasar-dasar-lan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62779d3a58dcb3244a48cfb2b8442c7b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jaswadi11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengatasi Permasalahan pada PC</title>
		<link>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/04/30/mengatasi-permasalahan-pada-pc/</link>
		<comments>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/04/30/mengatasi-permasalahan-pada-pc/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 08:54:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jaswadi Marabahan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hardware]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaswadi11.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Mengatasi Permasalahan pada PC
PC Anda tidak mau beraksi sama sekali? Harddisk tidak terdeteksi, drive optik yang terasa lambat, monitor yang tidak optimal tampilannya, atau router yang terlalu sering hang? Jangan panik, cari solusinya di sini!
Sesekali hal ini dapat saja terjadi. Tiba-tiba PC berulah, dan tidak dapat terselesaikan dengan mudah. Meskipun Anda sudah membaca berbagai panduan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaswadi11.wordpress.com&blog=3580317&post=25&subd=jaswadi11&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3 class="post-title entry-title"><a href="http://komputer-jaswadi.blogspot.com/2008/04/mengatasi-permasalahan-pada-pc.html">Mengatasi Permasalahan pada PC</a></h3>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>PC Anda tidak mau beraksi sama sekali? Harddisk tidak terdeteksi, drive optik yang terasa lambat, monitor yang tidak optimal tampilannya, atau router yang terlalu sering hang? </span><span>Jangan panik, cari solusinya di sini!</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Sesekali hal ini dapat saja terjadi. </span><span>Tiba-tiba PC berulah, dan tidak dapat terselesaikan dengan mudah. Meskipun Anda sudah membaca berbagai panduan troubleshooting pada manual yang tersedia. Dan hal ini bisa juga terjadi pada Anda.</span></p>
<p><span id="more-25"></span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Tidak memandang situasi dan kondisi, sebuah sistem dapat berulah. Bisa saja sesaat setelah Anda melakukan update driver. Ataupun setelah melakukan penambahan perangkat tambahan pada sistem Anda. Ataupun terjadi secara tiba-tiba, tanpa peringatan ataupun pemberitahuan sebelumnya.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Dan ulasan kali ini akan membahas hal-hal tersebut di atas. Usah gelisah dan tidak perlu panik menghadapinya.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Duduk tenang, dan ikuti saja pembahasan kali ini. Semoga salah satu di antaranya adalah jawaban dari masalah yang Anda hadapi dengan PC kesayangan Anda.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Terbaru, Tidak Berarti Bebas Bug<br />
Tidak selamanya teknologi terbaru memberikan yang terbaik untuk penggunanya. Bahkan beberapa kali kami menyaksikan sendiri, produk yang mengusung teknologi terbaru, pada batch awal juga disertai dengan perbagai masalah yang cukup memusingkan.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;">Sebagai contoh, motherboard dengan chipset terbaru. Inilah beberapa kasus yang sering dirasakan para anggota lab PC Media. Perlu diadakan beberapa riset skala kecil, untuk dapat menjalankan serangkaian tes dengan sempurna. Mulai dari sesekali mencari update BIOS, update driver ataupun sekadar manual ter-update dari produk yang bersangkutan.</p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;">Contoh lain adalah untuk pengujian video card. Dengan makin tajamnya persaingan ATi Radeon dan nVidia, membuat berbagai produk dengan chipset terbaru, terus berdatangan ke lab kami. Yang akhirnya memerlukan solusi patch software pengujian. Untuk dapat menjalankannya.</p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Lalu, bagaimana dengan yang terjadi di dalam dunia nyata? </span><span>Pada penggunaan sehari-hari Anda dengan PC</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Langkah Pembukaan<br />
Seperti pada catur, langkah pertama akan sangat menentukan. Begitu juga dalam memecahkan masalah yang terjadi dengan PC Anda.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Pada subbahasan ini, akan berisi tentang langkah terpenting dalam mencoba menyelesaikan masalah dengan PC Anda. Yang terpenting adalah mencoba mengetahui, apa yang menyebabkan PC Anda berulah. Perubahan terakhir apa yang terjadi pada PC?</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Hal ini sangat penting untuk diketahui secara pasti. Mengingat, hal ini akan sangat memudahkan penyelesaian yang harus dilakukan. Disesuaikan dengan kemungkinan masalah yang terjadi. Dari sini, memungkinkan untuk mempersempit kemungkinan masalah yang terjadi dengan PC Anda.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>01. PC Tidak Bereaksi, Saat Tombol Power Ditekan.<br />
Permasalahan: Anda menekan tombol power untuk mengaktifkan PC Anda, namun PC tidak menunjukkan tandatanda kehidupan. Apa yang terjadi?</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Solusi: Jika hal ini terjadi pada PC Anda, ada beberapa kemungkinan yang harus diperiksa satu per satu secara bertahap.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Langkah 1: Periksa semua jaringan listrik, dari outlet AC sampai ke PSU (power supply unit) PC Anda. Apakah sudah terpasang dengan sempurna. Mulai dari memastikan switch PSU dalam posisi ON, ataupun sekiranya Anda menggunakan UPS (uniterruptable power supply) dan/atau stabilizer AVR (automated voltage regulator). Pastikan semua dalam posisi ON dan dalam keadaan berfungsi dengan baik.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Langkah 2: Jika hal tersebut bukan penyebabnya, maka kemungkinan berikutnya baru pada PC Anda. Pastikan semua kabel (terutama kabel power) dan komponen terpasang dengan baik. Caranya dengan mebuka casing, kemudian menekan-nekan kembali komponen dan konektor kabel yang ada. Adakalanya hal ini disebabkan karena konektor yang tidak terhubung dengan sempurna. Perhatikan juga ATX 12V, yang dapat ditemukan pada kebanyakan motherboard empat tahun belakangan ini. Motherboard tidak akan beraksi, tanpa catuan daya dari konektor ini.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Langkah 3: Ini akan cukup merepotkan. Lakukan pengecekan perangkat utama satu persatu. Yang dimaksud adalah CPU dan motherboard. Pastikan keduanya masih berfungsi dengan baik. Sebab katakanlah jika CPU rusak, sistem tidak akan menyala sama sekali. Demikian juga jika motherboard rusak. Terutama untuk urusan catu dayanya (MOSFET, jalur daya pada PCB dan seterusnya). Ini juga akan menyebabkan PC tidak akan bereaksi sama sekali.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>02. Fan, Harddisk Terdengar Putarannya, namun Layar Monitor Tetap Gelap.<br />
Permasalahan: PC bereaksi. Terdengar bunyi putaran kipas, dan tanda-tanda kehidupan lain dari harddisk, drive optik dan lain-lain. Namun, monitor tetap gelap.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Solusi: Fiuhh…setidaknya ini sedikit lebih baik dari masalah nomor 1. Untuk masalah ini, sebaiknya mengandalkan tanda yang diberikan POST BIOS. Pastikan speaker casing terpasang baik, sehingga Anda dapat mendengarkan POST berupa kombinasi bunyi beep yang pasti tersedia pada kebanyakan motherboard. Atau pada beberapa motherboard keluaran terbaru, juga tersedia buzzer yang terintegrasi pada motherboard.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Lebih mudah lagi jika motherboard disertai display BIOS POST code berupa dua seven segment LED, yang akan menampilkan kode hexagesimal. Sekiranya Anda tidak tahu arti dari kode tersebut (baik suara ataupun cahaya) atau bahkan kehilangan buku manual, sekali lagi tidak perlu panik. Anda dapat coba membuka situs Bios Central (http://www.bioscentral.com).</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Harddisk<br />
Menyimpan berbagai dokumen, lagu-lagu kesayangan format MP3, instalasi game 3D (yang ukurannya hingga satuan gigabyte), beberapa, bahkan mengumpulkan video download berformat DivX, atau master video digital hasil transfer dari handycam. Tidaklah aneh jika harddisk dengan cepat penuh. Menambah harddisk pun, ternyata tidak<br />
terlepas dari beberapa masalah yang mungkin saja timbul.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>03. Sistem Tidak Mengenali Harddisk Baru.<br />
Permasalahan: Harddisk baru yang terpasang, tidak terdeteksi baik pada Windows maupun BIOS sekalipun.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Solusi: Intinya memasang dan mengonfigurasikan harddisk dengan benar. Harddisk bukan termasuk komponen yang sulit dalam proses instalasi. Namun, ada beberapa langkah yang harus dipastikan sudah dilakukan, saat memasang harddisk.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Langkah 1: Pastikan harddisk sudah mendapatkan catudaya dari PSU. Kesalahan sepele seperti ini bisa saja terjadi. Mengingat letak harddisk yang biasanya di bagian depan casing. Terkadang Anda menghubungkannya dengan cabang power dari fan, yang tidak mendapatkan pasokan daya dari PSU. Hal ini bisa juga diakibatkan minimnya jumlah konektor daya dari PSU.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Langkah 2: Pastikan setting master dan slave harddisk tepat seperti yang diinginkan. Atau jika Anda ingin memanfaatkan konfigurasi pada cable select, pastikan menggunakan konfigurasi tersebut pada kedua harddisk, lama dan baru Anda.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Langkah 3: Jika Anda menginginkan memanfaatkan konfigurasi cable select, perhatikan pemasangan kabel IDE pada harddisk. Beberapa kabel terbaru, sudah memberikan tanda khusus, untuk membantu menentukan konektor mana yang akan dianggap sebagai master, dan konektor mana yang akan dianggap sebagai slave. Jika tidak tersedia, cara paling mudah adalah dengan aturan dasar berikut. Konektor yang terletak diujung diperuntukkan sebagai master. Sedangkan konektor di tengah, akan dianggap sebagai slave.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Langkah 4: Jika itu semua belum dapat menyelesaikan masalah, maka alternatif jawabannya ada pada setting BIOS. Pada pilihan utama Integrated Peripheral, biasanya terdapat pilihan untuk IDE controller. Di sini juga terdapat pilihan untuk setting controller harddisk SATA. Sekiranya Anda mengalami masalah serupa, saat ingin menambahkan harddisk baru ber-interface SATA. Khusus untuk harddisk SATA dan Windows, jangan lupa untuk menginstalasi driver yang biasanya disertakan oleh produsen motherboard. Atau updatenya, tergantung chipset motherboard yang digunakannya.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>04. Harddisk Terdeteksi, namun Tidak Dapat Dioperasikan.<br />
Permasalahan: BIOS mendeteksi keberadaan harddisk. Namun tidak demikian dengan Windows, bahkan DOS.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Solusi: Ini bukan permasalahan besar. Yang perlu dilakukan adalah membuat partisi, dan kemudian memformat harddisk baru tersebut. Karena harddisk yang baru tersebut belum terformat dalam sebuah file system yang dapat dikenali Windows ataupun DOS. Ada beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan dengan harddisk baru tersebut.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Kemungkinan 1: Sekiranya Anda menginginkan menginstalasi harddisk baru tersebut dengan operating system Windows 9x, maka diperlukan sedikit pengetahuan dasar tentang perintah FDISK. Untuk yang satu ini, kami sangat menyarankan untuk memanfaatkan perintah yang satu ini dengan didampingi rekan Anda yang sudah berpengalaman.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Kemungkinan 2: Jika Anda ingin menginstalnya dengan Windows 2000/XP ataupun beberapa distro Linux terbaru sekarang ini, Anda tidak usah pusing lagi berhadapan dengan perintah FDISK. Mereka menyediakan pilihan pada saat proses instalasinya. Tinggal mengikuti langkah dan pilihan yang diberikan. Setidaknya akan lebih mudah dibandingkan menggunakan perintah FDISK untuk kebanyakan orang.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Kemungkinan 3: Jika harddisk baru tersebut akan dimanfaatkan sebagai harddisk tambahan untuk penyimpanan data, hal ini akan lebih mudah. Misalnya selama ini Anda sudah menggunakan operating system Windows XP. Dengan mengguna kan user yang memiliki administrator rights Anda dapat melakukan hal berikut ini.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Cukup dengan masuk ke Disk Management. Salah satunya dengan cara klik kanan pada My Computer, pilih Manage.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Perhatikan kolom bagian kiri. Kemudian pada Storage, pilih Disk Management. Dari sini Anda dapat melihat dan mengatur harddisk baru Anda dengan lebih mudah.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Catatan: Berhati-hatilah saat menggunakan fasilitas yang tersedia pada Disk Management. Jangan sampai salah memilih harddisk. Karena data yang di dalam harddisk ataupun partisi dapat hilang. Demikian juga saat menggunakan FDISK ataupun fungsi serupa yang tersedia pada proses instalasi operating system.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>05. Instalasi Harddisk Baru Ekstra Besar.<br />
Permasalahan: Harddisk 200 GB tidak terdeteksi baik di BIOS, apalagi Windows. Padahal, langkah pada tip ke 03 dan 04 sudah dijalankan semua.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Solusi: Seiring dengan waktu dan kemajuan teknologi yang ada, maka produk massal harddisk berukuran besar sudah tersedia di pasar. Dengan harga yang terbilang terjangkau. Inti masalah ada pada penggunaan metoda LBA (Logical Block Addressing) yang digunakan. Permasalahan untuk hal di atas, biasanya disebabkan karena harddisk berukuran di atas 137 GB, menggunakan metoda LBA 48 bit.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Untuk itu, yang pertama perlu dilakukan adalah memastikan apakah BIOS yang digunakan, sudah mendukung LBA 48 bit. Sebagai contoh di sini adalah dengan menggunakan 48-bit LBA Test Program untuk Intel Application Accelerator (http://support.intel.com/support/chipsets/iaa/sb/CS-009302.htm). Cukup dengan menjalankan aplikasi sederhana 48lbachk.exe pada sistem.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Jika ternyata BIOS belum mendukung, maka diperlukan update BIOS. Perhatikan readme yang tersedia pada update BIOS. Pastikan update yang akan digunakan, dapat menyelesaikan masalah kompatibilitas harddisk LBA 48 bit.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Drive Optik<br />
Perangkat yang satu ini mungkin sudah lama dijadikan andalan untuk urusan storage. Berikut mungkin beberapa masalah yang dapat terjadi.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>06. Software Burner Tidak Berfungsi pada Drive Optik Baru.<br />
Permasalahan: Misalnya, Anda terpaksa mengucapkan selamat tinggal pada CDRW drive lama. Dan menggantinya dengan sebuah drive burner baru. Namun Anda baru menyadari, bahwa software burner Nero andalan, tidak dapat digunakan dengan drive baru. Mengapa demikian?</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Solusi: Pada awal masa jaya CD-RW drive, kebanyakan paket penjualan disertai dengan software burner. Namun, sekarang juga banyak beredar drive optik yang tidak disertai dengan software burner.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Perlu diketahui, lisensi yang diberikan OEM untuk paket penjualan. Dan dikhususkan untuk produk yang dibundle. Dan Nero memiliki proteksi, sehingga hanya dapat dimanfaatkan khusus untuk drive tersebut. Untuk terus memanfaatkannya dengan drive burner baru, cara yang paling minim biaya adalah dengan meng-upgradenya. enggunakan Nero 6 Reloaded Upgrade Downloadable Serial Number (www.nero.com, seharga US$39,99). Ini lebih murah dibanding versi lengkapnya.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>07. Kecepatan Write Tidak Secepat yang Dijanjikan.<br />
Permasalahan: Spesifikasi memang tidak menjanjikan 100% sesuai dengan kenyataan yang ada. Namun jika diperlukan waktu write hingga dua kali ataupun lebih waktu yang dijanjikan, tentu ada sesuatu yang salah. Apa penyebabnya?</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Solusi: Ini mungkin tidak akan begitu banyak terasa, bahkan untuk CD-RW drive yang tercepat sekalipun. Namun, jika sudah beralih ke DVD burner drive, perbedaannya akan sangat terasa. Bisa-bisa dibutuhkan waktu lebih dari 1 jam untuk menyelesaikan menulis data pada media DVD berkapasitas 4,7 GB.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Yang perlu dipastikan adalah, baik harddisk ataupun drive optik yang digunakan, sudah bekerja pada mode Ultra DMA (Direct Memory Access).</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Cara mengeceknya, pada Windows XP dengan memperhatikan Device Manager. Buka pada tree IDE controller. Dan lihat pada tab Advanced Setting. Perhatikan pada bagian Current Transfer Mode. Periksa pada masing-masing IDE controller di mana harddisk maupun drive optic terpasang.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>VGA dan Display<br />
Keduanya memang diperuntukkan untuk memanjakan mata penggunanya. Dengan VGA yang lebih bertenaga, Anda akan mendapatkan frame rate yang lebih baik. Sedangkan dengan display yang lebih baik, Anda akan mendapatkan resolusi dan refresh rate yang tidak melelahkan mata. Namun, bukan berarti keduanya bebas dari masalah.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>08. Driver Video Card Tidak Terinstalasi dengan Sempurna.<br />
Permasalahan: Kelihatannya proses instalasi driver berjalan sempurna. </span>Namun setelah sistem restart, ada peringatan box error: â€œcli.exe Application Error. The application failed to initialize properly (0xc0000135). Click OK to terminate the application.â€� Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?</p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;">Solusi: Beberapa pengguna video card dengan chipset VPU ATi Radeon pernah merasakannya. Apalagi jika pernah mengupdate driver dan aplikasi pendukungnya dengan menggunakan ATi Catalyst. Sebagai informasi, ATi Catalyst yang ditujukan khusus untuk operating system Windows ini, dibuat dengan menggunakan Microsoft .NET Framework SDK.</p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Operating system perlu ditambahkan dengan instalasi Microsoft .NET Framework. Yang sekarang sudah tersedia adalah untuk versi 1.1.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Ini akan berguna sekiranya Anda juga akan menginstal aplikasi yang dibuat dengan memanfaatkan Microsoft .NET Framework SDK. Untuk mengatasi semua masalah, yang menyebabkan munculnya window pop up serupa.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>09. Menghindari Pesan Kesalahan Saat Instalasi Update Driver VGA.<br />
Permasalahan: Bagaimana sebaiknya melakukan update driver VGA. Karena pada beberapa kasus, sering terjadi muncul pesan kesalahan.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Solusi: Memang tidak ada perintah khusus yang disertakan pada file instaler update driver VGA, yang menyarankan untuk melakukan uninstall dari driver lama yang sebelumnya ter-install. Namun, ada baiknya Anda melakukan pembersihan operating system Anda dari driver lama yang pernah ada. Sebelum menginstalasinya dengan update terbaru yang diinginkan.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Untuk para pengguna VGA dengan chipset ATi Radeon, Anda dapat dengan mudah melakukan proses uninstall driver lama, beserta beberapa aplikasi pendukungnya. Karena ATI juga sudah menyertakan ATi CATALYST Uninstaller, yang otomatis disertakan saat proses instalasi driver ATI CATALYST.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Untuk yang lain, perlu trik tersendiri. Cukup banyak alternatif untuk membersihkan driver-driver lama. Anda dapat memanfaatkan Driver Cleaner, yang sekarang sudah tersedia Driver Cleaner 3.3, atau variannya Professional Edition (www.drivercleaner.net).</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>10. Memperbaiki Tampilan pada Monitor.<br />
Permasalahan: Anda sudah memilih monitor terbaik. Katakanlah sebuah Monitor TFT-LCD, atau â€œsekadarâ€� monitor CRT merk terkemuka, yang sering memenangkan review hardware. Namun tampilan yang dihasilkan tidak memuaskan. Apa yang harus dilakukan?<br />
Solusi: Sehebat apapun setiap perangkat, tidak akan optimal tanpa konfigurasi yang optimal. Begitu juga untuk monitor.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Kebanyakan monitor LCD memiliki tombol khusus AUTO (atau sejenis), untuk konfigurasi secara otomatis. Sesuai dengan data yang dikomunikasikan antara monitor dengan video card dengan DDC. Namun kadang tidak sempurna. Kebanyakan gangguan moire masih terasa. Anda dapat menggunakan Monitor Test, dan mencoba mengalibrasikan hingga gangguan moire minim.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Untuk monitor CRT, kebanyakan pada masalah tingkat contrast dan brightness. Contrast akan mengatur kekuatan cahaya monitor. Tapi jika berlebihan akan melelahkan mata. Brightness akan memperterang. Namun jika terlalu tinggi, akan kehilangan black level. </span><span>Dan pada beberapa kasus juga akan mengganggu tampilan fokus monitor.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Networking<br />
Koneksi Internet DSL memang menawarkan kecepatan yang terbilang memuaskan. Harga penawaran paketnya beragam, dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Namun, masalah pun juga tidak terlepas darinya. Dan bukan hal yang mudah untuk membuat sebuah Internet connection yang bebas dari masalah.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>11. Router Hang, dan Perlu Direstart.<br />
</span><span>Permasalahan: Awalnya, saat instalasi router, hal ini tidak pernah terjadi. Namun belakangan ini, sering kali router hang dan perlu di-restart untuk mendapat koneksi Internet pada PC yang terhubung dengan router.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Solusi: Bahkan dengan konfigurasi terbaik sekalipun, router tetap saja bisa mengalami hang. Biasanya hal ini disebabkan terlalu banyak permintaan koneksi pada waktu yang bersamaan. Dan selama ini, satu-satunya cara mengatasinya adalah dengan restart router (mematikannya dan kemudian menghidupkannya kembali).</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Langkah 1: Sekiranya produsen router telah menyediakan update firmware, Anda bisa mencobanya untuk mengupdate firmware untuk memperbaiki proses routing dan mencegah crash pada router.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Langkah 2: Anda dapat melakukan tindakan pencegahan. Hal semacam ini juga bisa disebabkan karena virus, juga spyware yang menyerang PC. Jalankan antivirus dan antispyware yang telah ter-update, untuk mengecek masing-masing PC.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Langkah 3: Perhatikan aplikasi yang terinstal pada tiap PC client router tersebut. Terutama beberapa aplikasi file sharing Peer to Peer (P2P). Aplikasi semacam ini juga dapat menyebabkan hal tersebut. Jika tidak dikonfigurasikan dengan baik, software P2P bisa saja membuka sharring permission-nya, sehingga jika request terlalu banyak otomatis akan membebani kerja router Anda.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>12. Koneksi dengan Wi-Fi Kadang Terputus.<br />
Permasalahan: Koneksi network dengan menggunakan Wi-Fi, sesekali terputus secara tiba-tiba. Tanpa sebab yang jelas. Hal ini sesekali terjadi pada notebook Centrino yang sudah dilengkapi dengan koneksi Wi-Fi.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Solusi: Biasanya ini disebabkan karena power saving mode. Notebook Centrino secara default membuat fungsi ini enable dengan maksud untuk menghemat konsumsi baterai. Cara paling mudah adalah dengan menggunakan aplikasi Intel PROSet (jika tersedia).</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Atau melalui properties pada device WI-Fi ethernet, pada Network Connections. Kemudian pilih Configure. Pada tab Adcanced, terdapat setting untuk mengoptimalkan konsumsi daya. Ad Hoc Transmit Power, berpengaruh dengan jarak jangkau. Sedangkan Power Management, akan menyesuaikan dengan kondisi baterai, dan waktu idle notebook. Dan secara otomatis akan menurunkan konsumsi listrik dari baterai.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Hal ini, yang kemungkinan menyebabkan koneksi Wi-Fi terputus. Jadi ada dua alternatif yang dapat dilakukan.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Pilihan 1: Setting posisi maksimal untuk kedua fungsi ini. Apalagi jika Anda tidak khawatir dengan kapasitas baterai yang tersisa. Karena tersedia tombol shortcut untuk langsung mematikan fungsi Wi-Fi di kebanyakan notebook Centrino.</span></p>
<p style="color:#3366ff;text-align:justify;"><span>Pilihan 2: Sesuaikan dengan gaya penggunaan notebook Anda. Pelajari waktu idle penggunaan notebook. Dan mencobanya sesuai dengan kebiasaan penggunaan sehari-hari. Tentunya Anda tidak ingin koneksi Wi-Fi Anda tiba-tiba terputus karena waktu idle 5 menit telah terlewati. Padahal Anda hanya meninggalkan notebook Anda, untuk sekadar ke WC ataupun membuat secangkir kopi hangat.</span></p>
<p>Sumber: PC Media</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jaswadi11.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jaswadi11.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaswadi11.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaswadi11.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaswadi11.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaswadi11.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaswadi11.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaswadi11.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaswadi11.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaswadi11.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaswadi11.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaswadi11.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaswadi11.wordpress.com&blog=3580317&post=25&subd=jaswadi11&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/04/30/mengatasi-permasalahan-pada-pc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62779d3a58dcb3244a48cfb2b8442c7b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jaswadi11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GENERASI PROCESSOR</title>
		<link>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/04/30/generasi-processor/</link>
		<comments>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/04/30/generasi-processor/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 04:27:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jaswadi Marabahan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hardware]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaswadi11.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[ CPU (Central Processing Unit)/PROCESSOR
Processor/CPU (Central Processing Unit) merupakan otaknya komputer. Processor dapat dibedakan dari perbedaan jumlah data bus-nya. Misalkan ada processor 8 bit, itu berarti processor tersebut memiliki 8 data bus.
Ada beberapa produsen processor untuk PC, seperti Intel, AMD, Cyrix, dan Winchip IDT. Kita gunakan standar processor keluaran Intel Corp ,sbb

Processor 8 bit : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaswadi11.wordpress.com&blog=3580317&post=9&subd=jaswadi11&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="font-family:Arial;"><span> </span><span style="text-decoration:underline;"><span>CPU (Central Processing Unit)/PROCESSOR</span></span></span></strong></span></h2>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;color:#0000ff;">Processor/CPU (<em>Central Processing Unit</em>) merupakan otaknya komputer. Processor dapat dibedakan dari perbedaan jumlah data bus-nya. Misalkan ada processor 8 bit, itu berarti processor tersebut memiliki 8 data bus.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;color:#0000ff;">Ada beberapa produsen processor untuk PC, seperti Intel, AMD, Cyrix, dan Winchip IDT. Kita gunakan standar processor keluaran Intel Corp ,sbb</span></p>
<ul>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Arial;color:#0000ff;">Processor 8 bit<span> </span>: <span> </span>8088<span> </span>(Generasi XT = Extended Technology)</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Arial;color:#0000ff;">Processor 16 bit<span> </span>:<span> </span>8086<span> </span></span></li>
<li><span style="line-height:150%;font-family:Arial;color:#0000ff;">80186</span></li>
<li><span style="line-height:150%;font-family:Arial;color:#0000ff;">80286<span> </span>(Generasi AT=Advanced technology)</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Arial;color:#0000ff;">Processor 32 bit<span> </span>:<span> </span>386 SX</span></li>
<li><span style="line-height:150%;font-family:Arial;color:#0000ff;">386 DX</span></li>
<li><span style="line-height:150%;font-family:Arial;color:#0000ff;">486 SX</span></li>
<li><span style="line-height:150%;font-family:Arial;color:#0000ff;">486 DX</span></li>
<li><span style="line-height:150%;font-family:Arial;color:#0000ff;">Pentium</span></li>
<li><span style="line-height:150%;font-family:Arial;color:#0000ff;">Pentium Pro</span></li>
<li><span style="line-height:150%;font-family:Arial;color:#0000ff;">Pentium II</span></li>
<li><span style="font-family:Arial;color:#0000ff;">Pentium III</span></li>
<li><span style="font-family:Arial;color:#0000ff;">Pentium 4</span></li>
<li><span style="font-family:Arial;color:#0000ff;">Pentium D</span></li>
</ul>
<p><span id="more-9"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;color:#0000ff;">PC-PC didesain berdasar generasi-generasi CPU yang berbeda. Intel bukan hanya satu-satunya perusahaan yang membuat CPU-CPU, tetapi jelas sekali merupakan perusahaan yang terpenting. Tabel berikut ini menunjukkan generasi-generasi CPU yang berbeda. Tiap generasi yang berkuasa ialah chip-chip Intel, tetapi pada generasi kelima kita dapat melihat pilihan-pilihan.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-10" src="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict1.jpg?w=473&#038;h=341" alt="" width="473" height="341" /></a></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Generasi-Generasi CPU</span></span></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><br />
</span></p>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><a name="_Toc475339606"><span style="text-decoration:underline;"><span>Unit floating-point &#8211; FPU</span></span></a></span></h2>
<p class="MsoListNumber" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:#0000ff;">CPU-CPU pertama hanya dapat bekerja dengan bilangan-bilangan bulat. Agar kemampuan matematikanya lebih baik, maka memerlukan sebuah mathematical co-processor (FPU)/prosesor-pembantu matematis. Kemudian, FPU ini dibuat di dalam CPU:</span></p>
<p class="MsoListNumber" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:#0000ff;">Sejauh ini CPU Intel mempunyai unit-unit FPU terbaik dibandingkan AMD dan Cyrix. Program-program kantor yang umum tidak menggunakan pekerjaan floating-point, dimana FPU dapat menangani. Sebaliknya untuk program grafis 3D seperti AutoCad. Dan semua permainan-3D seperti Quake sangat menyandarkan pada unjuk kerja FPU. Oleh karena itu, jika anda menggunakan PC dalam aplikasi desain tingkat lanjut, unjuk kerja FPU menjadi penting.</span></p>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:Arial;">Generasi 1</span></span></strong></span></h2>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="font-family:Arial;">Prosesor 8088 dan 8086</span></strong></span></h3>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Prosesor 8086 (1978) merupakan CPU 16 bit pertama Intel yang menggunakan bus sistem 16 bit. Tetapi perangkat keras 16 bit seperti motherboard saat itu terlalu mahal, dimana komputer mikro 8 bit merupakan standar.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pada 1979 Intel merancang ulang CPU sehingga sesuai dengan perangkat keras 8 bit yang ada. PC pertama (1981) mempunyai CPU 8088 ini. 8088 merupakan CPU 16 bit, tetapi hanya secara internal. Lebar bus data eksternal hanya 8 bit yang memberi kekompatibelan dengan perangkat keras yang ada.</span></span><!--[endif]--></p>
<p class="MsoListNumber" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Arial;">Sesungguhnya 8088 merupakan CPU 16/8 bit. </span><span style="font-family:Arial;">Secara logika prosesor ini dapat diberi nama 8086SX. </span><span style="font-family:Arial;">8086 merupakan CPU pertama yang benar-benar 16 bit di keluarga ini.</span></span></p>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:6pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> </span><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:Arial;">Generasi 2</span></span></strong></span></h2>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="font-family:Arial;">Prosesor 80286</span></strong></span></h3>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-indent:0;line-height:150%;text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">286 (1982) juga merupakan prosesor 16 bit. Prosesor ini mempunyai kemajuan yang relatip besar dibanding chip-chip generasi pertama. Frekuensi clock ditingkatkan, tetapi perbaikan yang utama ialah optimasi penanganan perintah. 286 menghasilkan kerja lebih banyak tiap tik clock daripada 8088/8086.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-indent:0;line-height:150%;text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pada kecepatan awal (6 MHz) berunjuk kerja empat kali lebih baik dari 8086 pada 4.77 MHz. Belakangan diperkenalkan dengan kecepatan clock 8, 10, dan 12 MHz yang digunakan pada IBM PC-AT (1984).</span></span><!--[endif]--></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pembaharuan yang lain ialah kemampuan untuk bekerja pada <em>protected mode</em>/mode perlindungan &#8211; mode kerja baru dengan &#8220;<em>24 bit virtual address mode</em>&#8220;/&#8221;mode pengalamatan virtual 24 bit&#8221;, yang menegaskan arah perpindahan dari DOS ke Windows dan <em>multitasking</em>. Tetapi anda tidak dapat berganti dari protected kembali ke <em>real mode</em>/mode riil tanpa me-<em>reboot</em> PC, dan sistem operasi yang menggunakan hal ini hanyalah OS/2 saat itu.</span></span><!--[endif]--></p>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:Arial;">Generasi 3</span></span></strong></span></h2>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="font-family:Arial;">Prosesor 80386 DX</span></strong></span></h3>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;color:#0000ff;"><strong></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">386 diluncurkan 17 Oktober 1985. 80386 merupakan CPU 32 bit pertama. Dari titik pandang PC DOS tradisional, bukan sebuah revolusi. 286 yang bagus bekerja secepat 386SX pertama walaupun menerapkan mode 32 bit.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:17.85pt;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;color:#0000ff;">Prosesor ini dapat mengalamati memori hingga 4 GB dan mempunyai cara pengalamatan yang lebih baik daripada 286. 386 bekerja pada kecepatan clock 16, 20, dan 33 MHz. Belakangan Cyrix dan AMD membuat <em>clones</em>/tiruan-tiruan yang bekerja pada 40 MHz.<span> </span></span><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;color:#0000ff;">386 mengenalkan mode kerja baru disamping mode real dan protected pada 286. Mode baru itu disebut <em>virtual 8086</em> yang terbuka untuk multitasking karena CPU dapat membuat beberapa 8086 virtual di tiap lokasi memorinya sendiri-sendiri. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;color:#0000ff;">80386 merupakan CPU pertama berunjuk kerja baik dengan Windows versi-versi awal.</span></p>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-style:normal;">Prosesor 80386SX</span></span></h3>
<p class="MsoListNumber" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;color:#0000ff;">Chip ini merupakan chip yang tidak lengkap yang sangat terkenal dari 386DX. </span><span style="font-family:Arial;color:#0000ff;">Prosesor ini hanya mempunyai bus data eksternal 16 bit berbeda dengan DX yang 32 bit. </span><span style="font-family:Arial;color:#0000ff;">Juga, SX hanya mempunyai jalur alamat 24. Oleh karena itu, prosesor ini hanya dapat mengalamati maksimum RAM 16 MB. Prosesor ini bukan 386 yang sesungguhnya, tetapi motherboard yang lebih murah membuatnya sangat terkenal</span></p>
<p class="MsoListNumber" style="margin-left:0.25in;text-align:center;text-indent:0;line-height:150%;"><span style="font-size:6pt;line-height:150%;font-family:Arial;color:#0000ff;"> </span></p>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:Arial;">Generasi 4</span></span></strong></span></h2>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="font-family:Arial;">Processor 80486 DX</span></strong></span></h3>
<p class="BodyAfterHeading" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;color:#0000ff;">80486 dikeluarkan 10 April 1989 dan bekerja dua kali lebih cepat dari pendahulunya. Hal ini dapat terjadi karena penanganan perintah-perintah x86 yang lebih cepat, lebih-lebih pada mode RISC. Pada saat yang sama kecepatan bus dinaikkan, tetapi 386DX dan 486DX merupakan chip 32 bit. Sesuatu yang baru dalam 486 ialah menjadikan satu math co-processor/prosesor pembantu matematis. Sebelumnya, math co-processor yang harus dipasang merupakan chip 387 yang terpisah. 486 juga mempunyai cache L1 8 KB.</span></p>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="font-family:Arial;">Processor 80486 SX<em></em></span></strong></span></h3>
<p class="BodyAfterHeading" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;color:#0000ff;">Prosesor ini merupakan chip baru yang tidak lengkap. Math co-processor dihilangkan dibandingkan 486DX.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:center;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--></p>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Processor Cyrix 486SLC</span></strong></span></h3>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong></strong></span><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;color:#0000ff;">Cyrix dan Texas Instruments telah membuat serangkaian chip 486SLC. Chip-chip tersebut menggunakan kumpulan perintah yang sama seperti 486DX, dan bekerja secara internal 32 bit, seperti DX. Tetapi, secara eksternal bekerja hanya pada 16 bit (seperti 386SX). Oleh karena itu, chip-chip tersebut hanya menangani RAM 16 MB. Lagi pula, hanya mempunyai cache internal 1 KB dan tidak ada mathematical co-processor. Sesungguhnya chip-chip tersebut hanya merupakan perbaikan 286/386SX. Chip-chip tersebut bukan merupakan chip-chip clone. Chip-chip tersebut mempunyai perbedaan yang mendasar dalam arsitekturnya dibandingkan dengan chip Intel.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:center;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[endif]--></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:center;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--></p>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Processor IBM 486SLC2</span></strong></span></h3>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:center;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[endif]--></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;color:#0000ff;">IBM mempunyai chip 486 buatannya sendiri. Serangkaian chip tersebut diberi nama SLC2 dan SLC3. Yang terakhir dikenal sebagai <em>Blue Lightning</em>. Chip-chip ini dapat dibandingkan dengan 486SX Intel, karena tidak mempunyai mathematical co-processor yang menjadi satu. Tetapi, mempunyai cache internal 16 KB (bandingkan dengan Intel yang mempunyai 8 KB). Yang mengurangi unjuk kerjanya ialah antarmuka bus dari chip 386. SLC2 bekerja pada 25/50 MHz secara eksternal dan internal, sedangkan chip SLC3 bekerja pada 25/75 dan 33/100 MHz. IBM membuat chip-chip ini untuk PC mereka sendiri dengan fasilitas mereka sendiri, melesensi logiknya dari Intel.</span></p>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-style:normal;">Perkembangan 486 Selanjutnya</span></span></h3>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:center;text-indent:0;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;color:#0000ff;">DX4: Prosesor-prosesor DX4 Intel mewakili sebuah peningkatan 80486. Kecepatannya tiga kali lipat dari 25 ke 75 MHz dan dari 33 ke 100 MHz. Chip DX4 lainnya dipercepat hingga dari 25 ke 83 MHz.<span> </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;color:#0000ff;">DX4 mempunyai cache internal 16 KB dan bekerja pada 3.3 volt. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;color:#0000ff;">DX dan DX2 hanya mempunyai cache 8 KB dan memerlukan 5 volt dengan masalah panas bawaan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:center;text-indent:0;line-height:150%;">
<table class="MsoNormalTable" style="margin-left:84.6pt;border-collapse:collapse;text-align:center;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<thead>
<tr>
<td style="width:164.5pt;border:1pt 1pt 1.5pt solid solid double windowtext;padding:0 0.05in;" width="219">
<p class="NormalTable" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">CPU</span></strong></p>
</td>
<td style="width:114.5pt;border:1pt 1pt 1.5pt medium solid solid double none windowtext windowtext windowtext #000000;padding:0 0.05in;" width="153">
<p class="NormalTable" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">FPU</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:164.5pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid #000000 windowtext windowtext;padding:0 0.05in;" width="219">
<p class="NormalTable" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">8086</span></p>
</td>
<td style="width:114.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none #000000 windowtext windowtext #000000;padding:0 0.05in;" width="153">
<p class="NormalTable" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">8087</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:164.5pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid #000000 windowtext windowtext;padding:0 0.05in;" width="219">
<p class="NormalTable" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">80286</span></p>
</td>
<td style="width:114.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none #000000 windowtext windowtext #000000;padding:0 0.05in;" width="153">
<p class="NormalTable" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">80287</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:164.5pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid #000000 windowtext windowtext;padding:0 0.05in;" width="219">
<p class="NormalTable" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">80386</span></p>
</td>
<td style="width:114.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none #000000 windowtext windowtext #000000;padding:0 0.05in;" width="153">
<p class="NormalTable" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">80387</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:164.5pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid #000000 windowtext windowtext;padding:0 0.05in;" width="219">
<p class="NormalTable" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">80486DX</span></p>
</td>
<td style="width:114.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none #000000 windowtext windowtext #000000;padding:0 0.05in;" width="153">
<p class="NormalTable" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Built in</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">/di dalam</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:164.5pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid #000000 windowtext windowtext;padding:0 0.05in;" width="219">
<p class="NormalTable" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">80486SX</span></p>
</td>
<td style="width:114.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none #000000 windowtext windowtext #000000;padding:0 0.05in;" width="153">
<p class="NormalTable" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Tidak ada</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:164.5pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid #000000 windowtext windowtext;padding:0 0.05in;" width="219">
<p class="NormalTable" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pentium dan sesudahnya</span></p>
</td>
<td style="width:114.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none #000000 windowtext windowtext #000000;padding:0 0.05in;" width="153">
<p class="NormalTable" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Di dalam</span></p>
</td>
</tr>
</thead>
</table>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">CPU dan FPU</span></span></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:Arial;">Generasi Lima</span></span></strong></span></h2>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="font-family:Arial;">Pentium Classic (P54C)</span></strong></span></h3>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Chip ini dikembangkan oleh Intel di Haifa, Israel dan dikeluarkan pada 22 Maret 1993.</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-11 aligncenter" src="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict2.jpg?w=300&#038;h=183" alt="" width="300" height="183" /></a></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;line-height:150%;text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><a name="_Toc475339260"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:Arial;">Intel Pentium 150 dan 166 MHz</span></span></strong></a><span><span style="font-family:Arial;">.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Prosesor Pentium merupakan <em>super scalar</em>, yang berarti prosesor ini dapat menjalankan lebih dari satu perintah tiap tik clock. Prosesor ini menangani dua perintah tiap tik; sebanding dengan dua buah 486 dalam satu chip. Terdapat perubahan yang besar dalam bus sistem: lebarnya lipat dua menjadi 64 bit dan kecepatannya meningkat menjadi 60 atau 66 MHz.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Sejak itu, Intel memproduksi dua macam Pentium: yang bekerja pada sistem bus 60 MHz (P90, P120, P150, dan P180) dan sisanya, bekerja pada 66 MHz (P100, P133, P166, dan P200).</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;">
<h2 style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:Arial;">Generasi 6</span></span></strong></h2>
<h3 style="text-align:center;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pentium Pro</span></h3>
<p class="BodyAfterHeading" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pengembangan Pentium Pro dimulai 1991, di Oregon. Diperkenalkan pada 1 November, 1995. Pentium Pro merupakan prosesor RISC murni, dioptimasi untuk pemrosesan 32 bit pada Windows NT atau OS/2. Fitur yang baru ialah bahwa cache L2 yang menjadi satu.</span></p>
<p><!--[if !supportLists]--></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Chip raksasa. Di bawah ini terlihat chip empat persegi panjang dan Socket 8-nya. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Unit CPU dan cache L2 merupakan unit yang terpisah di dalam chip ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict31.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-13" src="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict31.jpg?w=300&#038;h=135" alt="" width="300" height="135" /></a></p>
<p class="MsoListNumber" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;                    &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoListNumber" style="margin-left:0.25in;text-align:center;text-indent:0;line-height:150%;"><em><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="line-height:150%;font-family:Arial;">Chip prosesor Pentium Pro dan Socket 8</span></span></strong></em></p>
<h3 style="text-align:center;"><span style="font-style:normal;">Pentium II</span></h3>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pentium Pro &#8220;Klamath&#8221; merupakan nama sandi prosesor puncak Intel. Prosesor ini mengakhiri seri Pentium Pro yang sebagian terdapat pengurangan dan sebagian terdapat perbaikan.<span><span> </span></span></span><!--[endif]--></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Diperkenalkan 7 Mei 1997, Pentium II mempunyai fitur-fitur:</span></p>
<ul>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Arial;">CPU diletakkan bersama dengan 512 KB L2 di dalam sebuah modul SECC (<em>Single Edge Contact Cartridge</em>).</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Arial;">Terhubung dengan motherboard menggunakan penghubung/konektor <em>slot one</em> dan bus P6 GTL+.</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span style="font-family:Arial;">Perintah-perintah MMX.</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Arial;">Perbaikan menjalankan program 16 bit (menyenangkan bagi pengguna Windows 3.11).</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Arial;">Penggandaan dan perbaikan cache L1 (16 KB + 16 KB).</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Arial;">Kecepatan internal meningkat: dari 233 MHz ke 300 MHz (versi berikutnya lebih tinggi).</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Arial;">Cache L2 bekerja pada setengah kecepatan CPU.</span></li>
</ul>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:center;line-height:150%;"><img class="alignnone" src="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict4.jpg" alt="" /></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:center;line-height:150%;"><em><a name="_Toc475339266"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Unit CPU P-II dan cache L2</span></span></strong></a></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Dengan rancangan yang baru, cache L2 mempunyai bus sendiri. Cache L2 bekerja pada setengah kecepatan CPU, seperti 133 MHz atau 150 MHz. Jelas merupakan sebuah kemunduran dari Pentium Pro, yang dapat bekerja pada 200 MHz antara CPU dan cache L2. Hal ini dijawah dengan perbaikan cache L1. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Di bawah ini terlihat perbandingan tersebut:</span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="margin-left:12.6pt;border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<thead>
<tr>
<td style="width:137.15pt;border:1pt 1pt 1.5pt solid solid double windowtext;padding:0 0.05in;" width="183">
<p class="NormalTable" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">CPU</span></p>
</td>
<td style="width:105.85pt;border:1pt 1pt 1.5pt medium solid solid double none windowtext windowtext windowtext #000000;padding:0 0.05in;" width="141">
<p class="NormalTable" style="margin-left:3.25pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Laju    pemindahan L1</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;border:1pt 1pt 1.5pt medium solid solid double none windowtext windowtext windowtext #000000;padding:0 0.05in;" width="132">
<p class="NormalTable" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Kecepatan clock L2</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;border:1pt 1pt 1.5pt medium solid solid double none windowtext windowtext windowtext #000000;padding:0 0.05in;" width="132">
<p class="NormalTable" style="margin-left:5.4pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Laju pemindahan L2</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:137.15pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid #000000 windowtext windowtext;padding:0 0.05in;" width="183">
<p class="NormalTable" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pentium 200</span></p>
</td>
<td style="width:105.85pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none #000000 windowtext windowtext #000000;padding:0 0.05in;" width="141">
<p class="NormalTable" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">777 MB/det.</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none #000000 windowtext windowtext #000000;padding:0 0.05in;" width="132">
<p class="NormalTable" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">66 MHz</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none #000000 windowtext windowtext #000000;padding:0 0.05in;" width="132">
<p class="NormalTable" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">67 MB/det.</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:137.15pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid #000000 windowtext windowtext;padding:0 0.05in;" width="183">
<p class="NormalTable" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pentium 200 MMX</span></p>
</td>
<td style="width:105.85pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none #000000 windowtext windowtext #000000;padding:0 0.05in;" width="141">
<p class="NormalTable" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">790 MB/det.</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none #000000 windowtext windowtext #000000;padding:0 0.05in;" width="132">
<p class="NormalTable" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">66 MHz</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none #000000 windowtext windowtext #000000;padding:0 0.05in;" width="132">
<p class="NormalTable" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">74 MB/det.</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:137.15pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid #000000 windowtext windowtext;padding:0 0.05in;" width="183">
<p class="NormalTable" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pentium Pro 200</span></p>
</td>
<td style="width:105.85pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none #000000 windowtext windowtext #000000;padding:0 0.05in;" width="141">
<p class="NormalTable" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">957 MB/det.</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none #000000 windowtext windowtext #000000;padding:0 0.05in;" width="132">
<p class="NormalTable" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">200 MHz</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none #000000 windowtext windowtext #000000;padding:0 0.05in;" width="132">
<p class="NormalTable" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">316 MB/det.</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:137.15pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid #000000 windowtext windowtext;padding:0 0.05in;" width="183">
<p class="NormalTable" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pentium II 266 MHz</span></p>
</td>
<td style="width:105.85pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none #000000 windowtext windowtext #000000;padding:0 0.05in;" width="141">
<p class="NormalTable" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">1,175 MB/det.</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none #000000 windowtext windowtext #000000;padding:0 0.05in;" width="132">
<p class="NormalTable" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">133 MHz</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none #000000 windowtext windowtext #000000;padding:0 0.05in;" width="132">
<p class="NormalTable" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">221 MB/det.</span></p>
</td>
</tr>
</thead>
</table>
<p class="MsoListNumber" style="margin-left:0.25in;text-align:center;text-indent:0;line-height:150%;"><em><a name="_Toc475339086"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="line-height:150%;font-family:Arial;">Perbandingan CPU Dengan Cache</span></span></strong></a></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Pentium II telah tersedia dalam 233, 266, 300, 333, 350, 400, 450, dan 500 MHz (kecepatan yang lebih tinggi segera muncul). Dengan chip set 82440BX dan i810 Pentium II mempunyai unjuk kerja yang baik sekali.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Pentium II berbentuk kotak plastik persegi empat yang besar, yang berisi CPU dan cache. Juga terdapat sebuah kontroler kecil (S82459AB) dan kipas pendingin dengan ukuran yang besar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-15" src="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict5.jpg?w=300" alt="" width="324" height="231" /></a></p>
<h4 style="text-align:center;"><em><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Chip P-II beserta Heat Sink</span></span></strong></em></h4>
<p style="text-align:justify;">
<h3><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;"><span style="text-decoration:underline;">Pentium-II Celeron</span> </span></strong></h3>
<p class="BodyAfterHeading" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Awal 1998 Intel mempunyai masa yang sulit dengan Pentium II yang agak mahal. Banyak pengguna membeli AMD K6-233, yang menawarkan unjuk kerja sangat baik pada harga yang layak.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Maka Intel membuat merk CPU baru yang disebut Celeron. Prosesor ini sama dengan Pentium II kecuali cache L2 yang telah dilepas. </span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Prosesor ini dapat disebut Pentium II-SX. Pada 1998 Intel mengganti Pentium MMX-nya dengan Celeron pertama. </span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Kemudian rancangannya diperbaiki.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Cartridge Celeron sesuai dengan Slot 1 dan bekerja pada bus sistem 66 MHz. Clock internal bekerja pada 266 atau 300 MHz.</span></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict6.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-16 aligncenter" src="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict6.jpg?w=300" alt="" width="300" height="251" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<h3 style="text-align:center;"><em><a name="_Toc475339269"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Celeron</span></span></strong></a></em></h3>
<h3><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pentium-II Celeron A : Mendocino</span></strong></h3>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Bagian yang menarik ialah cartridge baru dengan 128 KB cache L2 di dalam CPU. Hal ini memberikan unjuk kerja yang sangat baik, karena cache L2 bekerja pada kecepatan CPU penuh. </span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Di bawah ini terlihat Celeron 300A. </span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Sebuah chip dalam kartu:</span></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-17" src="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict7.jpg?w=300" alt="" width="300" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p class="MsoCaption" style="text-align:center;line-height:150%;"><em><a name="_Toc475339270"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="line-height:150%;font-family:Arial;">Celeron 300A</span></span></strong></a></em><strong></strong></p>
<h3><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pentium-II Celeron PPGA : Socket 370</span></strong></h3>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Socket 370 baru untuk Celeron. Prosesor 400 dan 366 MHz (1999) tersedia dalam <em>plastic pin grid array</em> (PPGA). Socket PGA370 terlihat seperti Socket 7 tradisional. Mempunyai 370 pin:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter" src="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict8.jpg" alt="" /></p>
<h4 style="text-align:center;"><em><a name="_Toc475339271"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Socket PGA370 dan Socket 7</span></span></a></em></h4>
<p style="text-align:justify;">
<h3><!--[if !supportLists]--><strong></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pentium-II Xeon</span></strong></h3>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="line-height:150%;font-family:Arial;">Pada 26 Juli 1998 Intel mengenalkan cartridge Pentium II baru yang diberi nama Xeon. Ditujukan untuk server dan mungkin pemakai high-end.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="line-height:150%;font-family:Arial;">Xeon merupakan Pentium II dengan cartridge baru yang sesuai konektor baru yang disebut Slot Two. </span><span style="line-height:150%;font-family:Arial;">Modul ini dua kali lebih tinggi dari Pentium II, tetapi ada perubahan dan perbaikan penting lain:</span></p>
<ul>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Arial;">Chip RAM cache L2 jenis baru: CSRAM (<em>Custom SRAM</em>), yang bekerja pada kecepatan CPU penuh.</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Arial;">Ukuran cache L2 yang berbeda: 512, 1024, atau 2048 KB RAM L2.</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Arial;">Memori RAM hingga 8 GB dapat di-cache.</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Arial;">Hingga empat atau delapan Xeon dalam satu server.</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Arial;">Mendukung server yang di-cluster.</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Arial;">Chip set baru 82440GX dan 82450NX.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Chip Xeon untuk server berunjuk kerja tinggi. Jenis unggulan pertama mempunyai 2 MB cache L2 pada cartridge, bekerja sepenuhnya 450 MHz.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter" src="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict9.jpg" alt="" /></p>
<p class="MsoCaption" style="margin-left:0.25in;text-align:center;text-indent:0;line-height:150%;"><em><a name="_Toc475339276"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="line-height:150%;font-family:Arial;">Empat Prosesor Xeon Pada Satu Motherboard Server</span></span></strong></a></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Cache L2 Xeon bekerja pada kecepatan clock CPU penuh. Dapat diperkirakan, bahwa akan mempunyai unjuk kerja yang sama seperti cache L1. Tetapi antarmuka dari L1 ke L2 bernilai beberapa tik clock pada awal tiap perpindahan, sehingga ada beberapa kelambatan.Tetapi jika data sudah dipindahkan, bekerja pada kecepatan clock penuh.</span></p>
<h3><span style="font-style:normal;"><span style="text-decoration:underline;">Pentium III &#8211; Katmai</span> </span></h3>
<p style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">CPU P6 pertama dari Intel ialah Pentium Pro. Kemudian didapatkan Pentium II dalam pelbagai jenis. Kini 1999 waktunya untuk menghadirkan Pentium III.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Maret 1999 Intel mengenalkan kumpulan MMX2 baru yang ditingkatkan untuk perintah grafis (diantaranya 70 buah). Perintah ini disebut <em>Katmai New Instructions</em> (KNI)/Perintah Baru Katmai atau SSE. </span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Perintah ini ditujukan untuk meningkatkan unjuk kerja game 3D &#8211; seperti teknologi 3DNow! AMD. Katmai memasukkan &#8220;<em>double precision floating-point single instruction multiple data</em>&#8220;/&#8221;floating-point dengan ketelitian ganda satu perintah banyak data&#8221; (atau DPFS SIMD untuk singkatnya) yang bekerja dalam delapan register 128 bit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="line-height:150%;font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;">K</span>NI diperkenalkan pada Pentium III 500 MHz baru. Prosesor ini sangat mirip dengan Pentium II. Menggunakan Slot 1, dan hanya berbeda pada fitur baru seperti pemakaian Katmai dan SSE.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><a href="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict10.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-20" src="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict10.jpg?w=208" alt="" width="208" height="217" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Prosesor ini dipasangkan pada motherboard dengan chip set BX dan Slot 1. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Prosesor ini mempunyai beberapa fitur:</span></p>
<ul>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"></span><span style="font-family:Arial;">Nomer pengenal yang agak bermasalah.</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"></span><span style="font-family:Arial;">Register baru dan 70 perintah baru.</span></li>
</ul>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;"></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Akhirnya kecepatan clock dinaikkan hingga 500 MHz dengan ruang untuk peningkatan lebih lanjut. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pentium III Xeon (dengan nama sandi Tanner) diperkenalkan 17 Maret 1999. Chip Xeon diperbarui dengan semua fitur baru dari Pentium III. Untuk memanfaatkannya Intel telah mengumumkan chip set Profusion.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Nomer pengenal PSN (<em>Prosessor Serial Number</em>), unik untuk tiap CPU, telah menyebabkan banyak pembicaraan masalah keamanan. </span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Nomer ini bernilai 96 bit yang diprogram secara elektronik ke dalam tiap chip. Sesungguhnya ini berarti inisiatif yang sangat bijaksana, yang dapat membuat perdagangan elektronik dan penyandian dalam internet lebih aman dan efektif.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jaswadi11.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jaswadi11.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaswadi11.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaswadi11.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaswadi11.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaswadi11.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaswadi11.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaswadi11.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaswadi11.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaswadi11.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaswadi11.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaswadi11.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaswadi11.wordpress.com&blog=3580317&post=9&subd=jaswadi11&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/04/30/generasi-processor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62779d3a58dcb3244a48cfb2b8442c7b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jaswadi11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict1.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict2.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict31.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict4.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict5.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict6.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict7.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict8.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict9.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://jaswadi11.files.wordpress.com/2008/04/pict10.jpg?w=208" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Instalasi UBUNTU 7.10</title>
		<link>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/04/29/instalasi-ubuntu-710/</link>
		<comments>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/04/29/instalasi-ubuntu-710/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 03:05:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jaswadi Marabahan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaswadi11.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Intslasi Ubuntu 7.10
 

Masukkan CD      Distribusi Ubuntu 7.10 kedalam CD        Drive anda, kemudian atur di BIOS untuk First      Boot menggunakan CD Room.
Setelah itu PC      anda akan restart kemuadian akan muncul layer seperti gambar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaswadi11.wordpress.com&blog=3580317&post=6&subd=jaswadi11&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Intslasi Ubuntu 7.10</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Masukkan CD      Distribusi Ubuntu 7.10 kedalam CD        Drive anda, kemudian atur di BIOS untuk First      Boot menggunakan CD Room.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Setelah itu PC      anda akan restart kemuadian akan muncul layer seperti gambar dibawah ini.</span></li>
<p><span id="more-6"></span>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span><a href="http://images.howtoforge.com/images/gutsy_desktop/big/pic1.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;                    &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Gambar 1.1</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Pilih opsi yang      pertama yaitu <em>Start or Install      Ubuntu</em></span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Maka akan masuk      ke dalam tahapan selanjutnya seperti gambar dibawah ini</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span><a href="http://images.howtoforge.com/images/gutsy_desktop/big/pic2.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span>Gambar 1.2</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Setelah menunggu      beberapa saat maka, secara otomatis Live-CD Ubuntu akan tampil dan siap      digunakan.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span><a href="http://images.howtoforge.com/images/gutsy_desktop/big/pic3.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span><span> </span>Gambar 1.3</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Jika ingin      melakukan proses instalasi Ubuntu kedalam Hard Drive kita, maka      double-klik icon <strong><em>Install.</em></strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kemudian akan      muncul kayar seperti gambar berikut ini</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span><a href="http://images.howtoforge.com/images/gutsy_desktop/big/pic4.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span>Gambar1. 4</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><span>8.<span> </span>Pilih bahasa yang ingin digunakan (English), selanjutnya klik <em>Forward, </em>maka akan tampil jendela<span> </span>selanjutnya yaitu pemilihan lokasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span><a href="http://images.howtoforge.com/images/gutsy_desktop/big/pic5.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span>Gambar 1.5</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><span>9. <span> </span>Tentukan lokasi yang diinginkan pada bagian <strong>Selected city (makassar)</strong>, selanjutnya klik <em>forward</em>, maka akan muncul jendela pemilihan keyboard.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span><a href="http://images.howtoforge.com/images/gutsy_desktop/big/pic6.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Gambar 1.6</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Selanjutnya      pilih jenis keyboard yang diinginkan, atau pilih jenis keyboard U.S      English. Kemudian klik <em>Forward, </em>setelah      itu muncul jendela untuk mempartisi harddisk.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span><a href="http://images.howtoforge.com/images/gutsy_desktop/big/pic7.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Gambar 1.7</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Pada jendela pemilihan partisi ada      dua opsi yaitu partisi secara otomatis dan partisi<span> </span>secara manual. Pilih partisi secara      manual dengan menklik <strong>Manua</strong>l      pada jendela selanjutnya klik <em>Forward</em></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span><a href="http://images.howtoforge.com/images/gutsy_desktop/big/pic8.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Gambar 1.8</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>12<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Setelah muncul jendela menu partitions, pilih harddisk nya kemudian klik new partition table, untuk membuat partisi pada harddisk. Ada beberapa macam partisi yang akan dibuat yaitu partisi untuk boot, partisi untuk root, partisi untuk home dan partisi swap. Untuk partisi swap besar kapasitasnya dua kali besar kapasitas memory pisik yang ada. Setelah partisi selesai dibuat selanjutnya<span> </span>akan muncul menu informasi pengguna. Seperti pada gambar dibawah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span><a href="http://images.howtoforge.com/images/gutsy_desktop/big/pic9.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Gambar 1.9</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Isikan nama pada bagian <strong>What is your name?</strong> , kemudian      isikan user untuk masuk ke system nantinya pada bagian <strong>what name do you want to use log in ?</strong>,      selanjutnya isikan password untuk user tersebut, setelah itu isi nama      computer pada bagian <strong>What is the      name of this computer ?,</strong> kemudian klik <em>Forward.</em> Selanjutnya akan muncul jendela instalasi yang berisi      keterangan tentang konfigurasi yang telah dilakukan.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-indent:-0.25in;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span><a href="http://images.howtoforge.com/images/gutsy_desktop/big/pic10.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Gambar 1.10</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Selanjutnya apabila      konfigurasi telah sesuai dengan yang diinginkan, klik Instal untuk memulai      instalasi. Setelah itu ada jendela pemberitahuan untuk menginstal boot      loader, klik saja ok.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span><a href="http://images.howtoforge.com/images/gutsy_desktop/big/pic11.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Gambar 1.11</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Setelah itu proses instalasi akan      berjalan, yang dimulai dengan proses formatting partitions, kemudian      proses instalasi system. Biarkan proses berjalan sendiri.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-indent:-0.25in;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Gambar 1.12</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Gambar 1.13</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Gambar diatas merupakan proses      instalasi system. Setelah selesai proses instalasi kemudian muncul jendela      pemberitahuan instalasi telah selesai. Klik Restart now untuk merestart      computer. Jangan lupa untuk mengeluarkan CD Ubuntu dari CD Room.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:center;text-indent:-0.5in;line-height:150%;" align="center"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Gambar 1.14</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.5in;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.5in;line-height:150%;"><span><span> </span>17.<span> </span>Setelah restart maka akan muncul jendela hitam yang berisi teks. Biarkan saja proses berjalan sendiri, tunggu beberapa saat .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span><a href="http://images.howtoforge.com/images/gutsy_desktop/big/pic15.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Gambar 1.15</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.5in;line-height:150%;"><span><span> </span>18. Setelah proses tersebut selesai, selanjutnya muncul tampilan Dekstop untuk login atau masuk ke System Operasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><a href="http://images.howtoforge.com/images/gutsy_desktop/big/pic18.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Gambar 1.16</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.5in;line-height:150%;"><span><span> </span>19. Isikan User name dengan nama user yang telah dibuat pada<span> </span>saat instalasi dan password nya. Apabila berhasil maka akan muncul jendela desktop Ubuntu seperti pada tampilan gambar dibawah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span><a href="http://images.howtoforge.com/images/gutsy_desktop/big/pic19.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a>Gambar 1.17</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span>20. Jendela tampilan Dekstop Ubuntu, Siap untuk digunakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span>21. proses mengistal linux ubuntu sudah selesai.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jaswadi11.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jaswadi11.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaswadi11.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaswadi11.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaswadi11.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaswadi11.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaswadi11.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaswadi11.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaswadi11.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaswadi11.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaswadi11.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaswadi11.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaswadi11.wordpress.com&blog=3580317&post=6&subd=jaswadi11&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/04/29/instalasi-ubuntu-710/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62779d3a58dcb3244a48cfb2b8442c7b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jaswadi11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Atasi Masalah HDD</title>
		<link>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/04/26/atasi-masalah-hdd/</link>
		<comments>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/04/26/atasi-masalah-hdd/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 00:13:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jaswadi Marabahan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaswadi11.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[
Anda mungkin pernah mengalami hal hal dibawah ini :

Mendelete file penting secara tidak sengaja.
Anda memiliki banyak nama letter drive dan secara tidak sengaja menghilangkan data dengan melakukan format pada sebuah drive letter bahkan menghapus partisi harddisk dan data anda hilang
Atau anda lebih suka memasang seluruh harddisk baru dan yang sudah usang didalam sebuah computer.
Biar kelihatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaswadi11.wordpress.com&blog=3580317&post=3&subd=jaswadi11&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="/DOCUME~1/j45w4d11/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /></p>
<p>Anda mungkin pernah mengalami hal hal dibawah ini :</p>
<ol>
<li>Mendelete file penting secara tidak sengaja.</li>
<li>Anda memiliki banyak nama letter drive dan secara tidak sengaja menghilangkan data dengan melakukan format pada sebuah drive letter bahkan menghapus partisi harddisk dan data anda hilang</li>
<li>Atau anda lebih suka memasang seluruh harddisk baru dan yang sudah usang didalam sebuah computer.</li>
<li>Biar kelihatan memiliki computer canggih dengan banyak harddisk.</li>
<li>Virus melakukan penghapusan data termasuk data penting.</li>
<li>Harddisk anda mengalami mulfunction, hal ini dapat terjadi bila storage didalam media sudah terlalu penuh dan harddisk mengalami crash.</li>
<p><span id="more-3"></span>
</ol>
<p>Kita bahas kasus kasus paling konyol dilakukan pemakai computer</p>
<p>Mendelete file secara tidak sengaja: Ada kata pepatah sepandai pandainya tupai melompat, suatu ketika pasti akan jatuh. Mereka yang biasa biasa saja mengunakan computer, sangat jarang melakukan kesalahan ini. Karena lebih memilih berhati hati menempatkan file pada harddisk dan menjauhkan tombol Delete. Tetapi kasus ini malah terjadi ketika seseorang yang sangat mahir mengunakan computer. Terkadang malah mematikan peringatan pada sistem Windows karena dianggap menganggu. Komentarnya, kenapa harus diberikan warning jika ingin mendelete file atau directory, inikan sebuah pekerjaan rutin. Biasanya pemakai computer yang sudah ahli melakukan setup Windows dengan mematikan hal hal yang dianggap tidak perlu. Suatu ketika, ternyata file yang penting didalam sebuah directory terhapus secara tidak sengaja tanpa tanda peringatan awal</p>
<p>Memformat harddisk secara tidak sengaja : Kasus ini sebenarnya jarang terjadi bagi mereka yang menyusun data penting pada sebuah harddisk. Mereka yang sudah berpengalaman akan menempatkan sebuah data pada sebuah harddisk dengan drive letter tertentu. Misalnya menempatkan data penting pada harddisk pertama atau kedua. Ketika melakukan format, maka didalam hati sudah tertanam kebiasaan untuk memeriksa kembali dan memastikan drive letter yang akan diformat bukanlah drive letter atau harddisk yang berisikan data penting. Kesalahan ini sering terjadi karena turunnya konsentrasi seseorang ketika melihat nama drive letter serta partisi pada sebuah computer yang hendak dihapus atau diganti . Atau paling umum dan konyol adalah cursor mouse tergeser ke partisi yang tidak ingin diformat. Tidak percaya, nyatanya banyak kejadian seperti ini terjadi dengan memformat drive letter yang salah. Maklum sistem seperti Windows XP sangat memudahkan melakukan format harddisk</p>
<p>Menghilangkan partisi secara tidak sengaja : Pada sistem Windows XP sangat memudahkan seseorang melakukan format atau membuat partisi. Sedangkan untuk sistem Windows 98, partisi harus dibuat dengan sistem DOS. Sayangnya, hal yang mendasar untuk membuat partisi pada sistem Windows XP terkadang kurang dipahami. Dan secara tidak sengaja anda melakukan penghapusan pada partisi harddisk yang berisikan data penting. Sedangkan sistem Windows 98, kejadian partisi hilang karena pemakai computer lupa memindahkan option pilihan harddisk. Terlebih bila mengunakan 2 harddisk dengan kapasitas dan pembagian yang sama paling sering terjadi.</p>
<p>Menempatkan data pada harddisk usang : Memiliki 3-4 harddisk didalam sebuah computer mungkin kelihatan keren. Ada kebiasaan buruk bagi pemakai computer untuk tetap memanfaatkan harddisk usang. Tetapi kita harus mengetahui bahwa harddisk memiliki jangka pemakaian. Menempatkan data yang penting pada harddisk usang bukanlah hal bijaksana. Lebih baik melakukan backup atau setidaknya menempatkan data pada 2 harddisk berbeda untuk melakukan duplikat. Nyatanya banyak yang tidak memperhatikan umur dari pemakaian harddisk. Ketika harddisk tua mulai berulah seperti terjadi kerusakana fisik seperti bad sector atau harddisk mendadak tidak dapat di access barulah disadari masih ada data penting yang tertinggal didalam.</p>
<p>Bagi pemula sebaiknya mengenal arti Fisik Drive, Partisi dan Drive/Logical drive letter :</p>
<p><strong>Dibawah ini dasar sederhana untuk mengenal sebuah drive storage</strong></p>
<p><strong>Fisik drive:</strong> Diartikan adalah bentuk storage. Bentuknya umum adalah harddisk, bentuk lainnya dapat berupa Flash drive, CD/DVD-ROM dengan media CD/DVD atau floppy drive dan lainnya. Fisik drive adalah bentuk fisik sebuah drive media penyimpan. Didalam drive nantinya dibagi menjadi beberapa partisi untuk membentuk nama drive atau dikenal sebagai drive letter</p>
<p><strong>Partisi atau Partition :</strong> Diartikan pembagian sebuah storage untuk membagi atau memotong kapasitas sebuah media penyimpan atau storage menjadi bagian yang lebih kecil sesuai kebutuhan. Pembagian storage atau space atau isi kapasitas harddisk dapat diartikan sebagai partisi. Misalnya harddisk 100 GB dapat dipecah menjadi 2 dengan pembagian 50GB dan 50GB. Tetapi ada ketentuan pada susunan partisi khususnya harddisk. Pembagian ditentukan dengan Primary dan Extended partisi.</p>
<p>Harddisk pertama pada computer atau harddisk yang berisikan sistem booting akan diberikan nama Primary Partition atau partisi utama. Didalam Primary partisi hanya memiliki 1 drive letter, yaitu drive C.</p>
<p>Harddisk pertama dapat dibagi dan diberikan nama Extended Partition. Sebagai contoh anda memiliki harddisk 250GB dan membagi 2 partisi 20GB Primary dan 230GB Secondary. Maka 20GB pertama akan menjadi drive C. Sedangkan 230GB dapat dibagi lagi dengan beberapa nama drive letter yang anda butuhkan termasuk kapasitas dari masing masing drive letter. Proses pembagian Extended Partition diakhir dengan pemberian Logical drive. Misalnya anda membagi partisi Extended menjadi 5 drive letter (D-E-F-G-H) lagi dengan masing masing kapasitas 50GB, drive letter pertama memiliki letter D dan kedua menjadi drive E dan seterusnya.</p>
<p>Bila anda memiliki 2 harddisk, harddisk pertama harus memiliki ketentuan seperti diatas dan minimal memiliki primary partition. Sedangkan Extended Partition hanya diperlukan bila anda perlu membagi harddisk pertama, kedua dan seterusnya menjadikan beberapa drive letter lain. Bila tidak, maka harddisk pertama akan tetap berisikan Primary Partition dengan 1 drive letter saja yaitu C. Drive C dengan Primary Partition akan berisikan sistem boot pada sebuah sistem operasi.</p>
<p>Untuk harddisk kedua dapat dibagi tanpa Primary Partition dan dapat bagi langsung dengan Extented Partition. Cara pembagian sama seperti membagi kapasitas dari cara harddisk pertama tetapi untuk membentuk Extended Partition harus memiliki harddisk pertama dengan isi Primary Partition. Harddisk kedua dan seterusnya tidak memerlukan Primary Partition bila anda tidak memerlukan harddisk kedua dan seterusnya juga dapat melakukan boot pada sebuah computer.</p>
<p>Pada gambar dibawah ini adalah gambaran dari struktur pembagian sebuah storage dengan bentuk media harddisk. Sebagai contoh fisik harddisk yang digunakan adalah berkapasitas 250GB :</p>
<ul>
<li>Primary Partition, Drive C, berisikan 20GB (19.53GB)</li>
<li>Extended Partition, Drive D &#8211; E &#8211; F dan seterusnya dibagi berdasarkan kebutuhan.</li>
</ul>
<p><strong>Melakukan recover data didalam harddisk (storage)</strong></p>
<p>Sebelum hanya perusahaan software membuat software recovery harddisk. Kehilangan data dari sebuah harddisk adalah sebuah mimpi buruk</p>
<p>Tetapi sekarang ini adalah beberapa software yang mampu melakukan pengembalian data pada sebuah harddisk. Bila anda secara tidak sengaja menghilangkan data anda, contohnya partisi pada harddisk, logical drive yang terhapus atau harddisk secara tidak sengaja terhapus. Persiapkan langkah langkah seperti dibawah ini</p>
<ol>
<li>Cara yang terbaik adalah mengunakan 2 harddisk. Harddisk yang mengalami kerusakan, atau hilang data digunakan sebagai harddisk kedua. Sedangkan harddisk pertama digunakan sebagai sistem recovery dan melakukan backup data yang hilang.</li>
<li>Bila anda memiliki 1 buah harddisk berisikan boot sistem dengan 1 partisi dengan Primary Partition. Langkah terbaik untuk tidak mengunakan harddisk tersebut untuk melakukan recover. Gunakan harddisk lain untuk melakukan recover dengan menginstal software recovery data. Upaya ini untuk mencegah data anda terhapus secara permanen.</li>
<li>Bila anda memiliki beberapa drive letter misalnya C,D,E. Anda dapat mengunakan harddisk untuk melakukan recovery data. Dengan catatan tidak menginstall kegiatan penulisan pada drive letter yang berisi data penting dan telah terhapus secara tidak sengaja. Sebagai contoh, Data anda berada didalam drive letter E. Maka anda tidak boleh mengunakan Drive letter E untuk menginstall program apapun. Program recovery data dapat ditempatkan pada drive letter lain misalnya di D dan C.</li>
<li>Bila secara tidak sengaja anda menghapus partisi harddisk anda. Anda tidak boleh mengunakan harddisk tersebut untuk melakukan install software apapun. Gunakan harddisk lain untuk mencari data anda didalam harddisk yang terhapus.</li>
<li>Sekalipun harddisk anda telah kehilangan informasi atau harddisk anda mulai mengalami gangguan seperti bad sector. Sistem recovery data dapat melakukan pengembalian data anda. Asalkan harddisk masih dapat dikenal oleh harddisk pembantu untuk melakukan recovery</li>
<li>Software recovery data hanya melakukan pengembalian data anda yang terhapus secara tidak sengaja. Tetapi tidak mengembalikan bentuk partisi anda seperti semula.</li>
</ol>
<p><strong>Undelete file / mengembalikan file terhapus</strong></p>
<p>Undelete file atau mengembalikan file yang terhapus tidak terlalu sulit. Banyak software utiliti dengan menambahkan fitur undelete file.</p>
<p>Misalnya Tune-Up menyertakan fitur untuk mencari file atau directory yang terhapus pada sebuah drive letter. Atau dan Recover4All dengan kemampuan khusus untuk melakukan pencarian file yang terdelete. Software utility tersebut dapat mencari nama file yang telah terhapus, dan memilih apakah kondisi file yang terhapus masih baik atau utuh. Software undelete file membutuhkan input dari pemakai untuk mengembalikan nama file aslinya. Karena pada sistem WIndows, file yang dihapus akan dihapus karakter paling depan. Misalnya file anggaran.xls masih dapat ditemukan dengan nama ?nggaran.xls. Dan karakter awal harus dimasukan secara manual.</p>
<p><strong>Mengembalikan data pada Partisi atau drive letter yang terhapus</strong></p>
<p>Kami mencoba 2 buah software handal untuk melakukan recovery data. Kedua software dibawah ini mampu mengambil data dari sebuah storage yang telah hilang sampai tingkat logical drive atau drive letter maupun informasi pada partisi. Artinya, sebuah harddisk yang sudah dianggap tidak memiliki partisi (blank) lagi ternyata masih dapat dicari sisa data dari file yang ada didalam harddisk.</p>
<p>Kemampuan kedua program dibawah ini adalah :</p>
<ul>
<li>Mendukung FAT16, FAT32, VFAT, NTFS</li>
<li>Recover file yang terhapus termasuk folder</li>
<li>Mengembalian file yang hilang dari terhapusnya partisi bahkan yang terformat dengan sistem cepat/QUICK.</li>
<li>Mengembalikan data dari storage yang tidak dapat di access lagi atau terjadinya corruption file dengan pencarian sector</li>
<li>Mendukung multi disk format seperti IDE sampai SCSI</li>
<li>Bekerja pada Sistem Windows 95 &#8211; XP dan 2003 untuk Stellar</li>
</ul>
<p><em><strong>Stellar Phoenix FAT &amp; NTFS &#8211; Windows Data Recovery Software</strong></em></p>
<p><em><strong>GetDataBack for NTFS or FAT</strong></em></p>
<p>Kedua software tersebut mampu mengambil data baik partisi dan drive letter yang telah anda hapus. Bahkan software recovery data akan mencoba mencari data anda walaupun harddisk atau storage media mengalami cacat fisik misalnya bad sector.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Kehilangan data baik terhapus secara tidak sengaja pada drive letter, directory dan partisi storage bukan sebuah mimpi buruk lagi. Dengan software Recovery Data, maka data anda masih dapat dikembalikan walaupun terdapat resiko tidak seluruhnya dapat diamankan. Bila anda mengalami kejadian ini, secepatnya anda mematikan computer dan melepaskan harddisk anda untuk melakukan recovery. Dan tidak disarankan melakukan recovery data pada harddisk yang sama kecuali anda mengenal betul apa yang anda lakukan. Mengenal cara kerja harddisk, dan media storage seperti jenis partisi, drive letter sangat disarankan agar mencegah kerusakan lebih dalam.</p>
<p>sumber: <em>Obengware</em></p>
<p class="MsoNormal">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jaswadi11.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jaswadi11.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaswadi11.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaswadi11.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaswadi11.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaswadi11.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaswadi11.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaswadi11.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaswadi11.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaswadi11.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaswadi11.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaswadi11.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaswadi11.wordpress.com&blog=3580317&post=3&subd=jaswadi11&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/04/26/atasi-masalah-hdd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62779d3a58dcb3244a48cfb2b8442c7b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jaswadi11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/j45w4d11/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/04/25/hello-world/</link>
		<comments>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/04/25/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 23:21:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jaswadi Marabahan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaswadi11.wordpress.com&blog=3580317&post=1&subd=jaswadi11&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jaswadi11.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jaswadi11.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jaswadi11.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jaswadi11.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jaswadi11.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jaswadi11.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jaswadi11.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jaswadi11.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jaswadi11.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jaswadi11.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jaswadi11.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jaswadi11.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jaswadi11.wordpress.com&blog=3580317&post=1&subd=jaswadi11&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaswadi11.wordpress.com/2008/04/25/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62779d3a58dcb3244a48cfb2b8442c7b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jaswadi11</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>